Media Kampung – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa keselamatan warga sipil Papua menjadi hal yang paling utama dalam setiap operasi yang dilakukan aparat keamanan di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan menyusul pengumuman pelumpuhan 12 tokoh penting Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Menurut Lucky, situasi keamanan di Papua selama lima bulan pertama tahun ini cukup menantang karena meningkatnya aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok separatis TPNPB-OPM di berbagai daerah. Meski begitu, TNI tetap merespons dengan cepat, taktis, dan profesional di lapangan. Ia menegaskan bahwa prinsip utama yang dipegang adalah melindungi keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi, tanpa mengorbankan nyawa warga sipil Papua.

Dalam operasi tersebut, sejumlah tokoh sentral TPNPB-OPM berhasil dilumpuhkan. Di antaranya adalah Yesias Mate, Komandan Logistik Kodap IV Soraya; Army Kogoya, Komandan Batalyon Aluguru Kodap III Ndugama; dan Bilip Kobak, Komandan Operasi Kimpussa Kodap XVI Yahukimo. Selain itu, Dinus Tigau, Komandan Kompi Tanah Merah, serta beberapa pejabat lain dalam struktur TPNPB-OPM juga menjadi target operasi.

TNI juga menyita berbagai perlengkapan militer dari kelompok tersebut, seperti puluhan senjata api, ratusan butir amunisi, senjata tajam, alat komunikasi, alat intai, uang rupiah, dan bendera Bintang Kejora yang digunakan sebagai barang bukti tindakan melawan kedaulatan negara. Letjen Lucky menyatakan bahwa keberhasilan ini berkat operasi yang terukur dan didukung intelijen yang akurat.

Selain penindakan terhadap tokoh kelompok bersenjata, TNI juga menemukan aktivitas ilegal berupa ladang ganja di wilayah Pegunungan Bintang, Papua. Pengungkapan ini dilakukan setelah masyarakat setempat melaporkan kecurigaan aktivitas mencurigakan di kawasan hutan sekitar permukiman mereka. Dalam penyisiran yang dipimpin langsung oleh Letjen Lucky, ditemukan total 216 batang ganja di dua lokasi berbeda, serta penangkapan dua tersangka.

Operasi ini menguatkan dugaan keterlibatan TPNPB-OPM dalam bisnis narkotika yang merusak moral dan masa depan generasi muda Papua. Letjen Lucky menyayangkan tindakan tersebut, terutama di tengah perjuangan masyarakat Papua yang berupaya melindungi anak-anak mereka dari bahaya narkoba. Ia menegaskan bahwa TNI akan terus menjalankan tugas dengan prinsip menjaga keamanan dan keselamatan warga sipil.

Dengan penindakan ini, TNI berharap dapat mengurangi eskalasi kekerasan dan mengembalikan situasi keamanan di Papua agar masyarakat dapat hidup dengan aman dan tenteram. Operasi yang berlandaskan data intelijen dan profesionalisme aparat diharapkan mampu menekan aktivitas kelompok separatis dan menjaga kedaulatan negara di wilayah timur Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.