Media Kampung – 08 April 2026 | Cremonese tetap berada di ambang zona degradasi Serie A setelah kekalahan 1-2 dari Bologna pada pekan ke-31. Tim yang kini mengoleksi 27 poin berada sejajar dengan Lecce di peringkat ke-18.

Kedua tim tersebut bersaing ketat untuk mengamankan posisi aman menjelang akhir musim. Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, setiap poin menjadi krusial bagi Cremonese.

Pada pertandingan berikutnya, Cremonese akan menjamu Cagliari di Stadion Unipol Domus pada 11 April 2026. Pertandingan ini menjadi ujian penting karena Cagliari menempati posisi ke-16 hanya tiga poin di atas Cremonese.

Kiper asal Nusa Tenggara Barat, Emil Audero, menegaskan bahwa laga melawan Cagliari adalah “sangat penting”. Ia menambahkan, “Kami harus tetap fokus dan bermain dengan kepala tegak selama tujuh pertandingan terakhir.”

Audero juga mengingatkan rekan setimnya untuk tidak terpengaruh tekanan klasemen. “Kita harus percaya diri dan melaksanakan taktik yang diberikan oleh pelatih,” katanya dalam wawancara dengan Cagliari News 24.

Pelatih baru Marco Giampaolo, mantan asisten AC Milan, berusaha membangkitkan mental pemain setelah hanya satu kemenangan di paruh kedua. Giampaolo menekankan pentingnya konsistensi dan disiplin dalam setiap laga.

Giampaolo mengungkapkan bahwa latihan intensif dan penyesuaian taktik telah dilakukan sejak mengambil alih. “Kami ingin menanamkan kepercayaan diri sehingga pemain dapat mengeksekusi peran mereka dengan baik,” ujarnya.

Statistik tim menunjukkan bahwa Cremonese telah mencatat hanya satu kemenangan dalam lima laga terakhir. Kekurangan poin ini membuat posisi mereka berada di zona merah yang sempit.

Di sisi lain, Cagliari juga berjuang menghindari turun, sehingga pertemuan kedua tim diprediksi akan berlangsung sengit. Kedua klub diperkirakan akan menerapkan formasi defensif untuk mengurangi risiko kebobolan.

Audero menilai bahwa serangan balasan akan menjadi kunci bagi Cremonese. “Jika kami dapat mencetak gol cepat, tekanan pada lawan akan berkurang,” jelasnya.

Selain fokus pada pertahanan, tim asuhan Giampaolo berupaya meningkatkan efektivitas di lini tengah. Pemain seperti Riccardo Meggiorini diharapkan menjadi penggerak serangan.

Pada fase akhir musim, pengalaman pemain senior menjadi aset penting. Audero, yang pernah menjadi andalan Timnas Indonesia, berharap dapat memimpin dengan contoh.

Media lokal melaporkan bahwa suasana ruang ganti kini lebih tenang setelah pertemuan motivasi bersama pelatih. Giampaolo menegaskan bahwa setiap pemain harus bertanggung jawab atas performa individu.

Pada pekan berikutnya, selain Cagliari, Cremonese harus menghadapi tiga tim lain yang berada di zona bahaya. Jadwal tersebut mencakup pertemuan melawan Sampdoria, Torino, dan Empoli.

Jika Cremonese mampu mengumpulkan setidaknya tiga poin dari tujuh laga terakhir, peluang mereka keluar zona degradasi akan meningkat signifikan. Namun, persaingan dengan Lecce tetap ketat.

Pengamat sepak bola menilai bahwa kunci keberhasilan terletak pada stabilitas pertahanan dan pemanfaatan peluang lewat set-piece. Audero memiliki peran penting dalam mengorganisir lini belakang.

Sementara itu, liga Serie A menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai tim yang terdegradasi akan diumumkan setelah ronde ke-38. Semua klub di papan bawah kini berusaha mengamankan hasil positif.

Bagi para suporter Cremonese, harapan tetap tinggi meski situasi menantang. Mereka mengharapkan dukungan penuh di setiap laga, terutama di pertandingan kandang melawan Cagliari.

Dengan tekanan yang terus meningkat, Audero menutup pernyataannya dengan ajakan untuk tidak menyerah. “Kita masih punya waktu, mari kita manfaatkan setiap menit,” tuturnya.

Pada akhirnya, sisa tujuh pertandingan akan menentukan nasib Cremonese di Serie A musim ini, dan semua mata kini tertuju pada perjuangan mereka di lapangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.