Media Kampung – 06 April 2026 | Kepala Staf Angkatan Darah (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pada hari Minggu mengumumkan bahwa hak-hak tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon akan dipenuhi oleh negara.
Ia menegaskan bahwa keluarga almarhum tetap menjadi bagian dari keluarga besar TNI dan akan terus mendapat perhatian serta dukungan penuh.
Upacara pelepasan jenazah ketiga prajurit dilaksanakan di apron VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno‑Hatta pada Sabtu 4 April 2026, dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Jenazah tiba dari Turki sekitar pukul 17.00 WIB dan diserahkan secara resmi kepada KSAD sebelum dipindahkan ke ruang VIP bandara untuk prosesi selanjutnya.
Tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Sersan (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral (Anumerta) Farizal Rhomadhon.
Maj. Zulmi dibawa ke Bandung untuk dimakamkan di TMP Cikutra, Sersan Nur ke Magelang pada TMP Giri Dharmoloyo II, dan Kopral Farizal ke Kulonprogo pada TMP Giripeni.
Presiden Prabowo memberikan penghormatan terakhir dengan menurunkan bendera setengah tiang dan menyampaikan rasa duka mendalamnya atas kehilangan putra terbaik bangsa.
Maruli menambahkan bahwa pengorbanan ketiga prajurit merupakan contoh dedikasi dalam misi perdamaian dunia dan tidak akan mengurangi komitmen TNI untuk berpartisipasi di operasi penjaga perdamaian.
Ia menegaskan bahwa setiap penugasan militer dilengkapi dengan prosedur operasi standar (SOP) yang ketat, termasuk prosedur perlindungan diri dalam situasi darurat.
“Semua sudah ada SOP‑nya. Jika terjadi situasi kritis, prajurit kami telah dilatih untuk masuk ke bunker dan mengikuti instruksi evakuasi,” ujar Maruli dalam konferensi pers.
KSAD juga mengumumkan akan membentuk tim investigasi khusus untuk menelusuri kronologi pasti insiden yang menewaskan ketiga prajurit.
Tim tersebut akan bekerja sama dengan komando UNIFIL, otoritas Lebanon, serta lembaga pertahanan Indonesia untuk mengumpulkan data teknis dan saksi.
Maruli menegaskan bahwa hasil penyelidikan akan dipublikasikan secara transparan demi kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban.
Keluarga almarhum diminta untuk tidak terlalu khawatir dan tetap tenang, karena negara telah menyiapkan seluruh hak pensiun, tunjangan, serta fasilitas kesehatan bagi mereka.
“Doakan saja, mereka yang masih bertugas di Lebanon berada dalam kondisi terlatih dan siap menghadapi risiko,” kata Maruli menutup sambil menekankan pentingnya doa.
Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan laporan resmi bahwa dua prajurit lainnya yang terluka dalam insiden yang sama telah menerima perawatan medis di rumah sakit militer di Lebanon.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi keamanan UNIFIL dan memastikan keselamatan personel Indonesia di sana.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan dukungan penuh pemerintah bagi TNI yang menjalankan misi perdamaian, termasuk penyediaan peralatan modern dan logistik yang memadai.
Kementerian Pertahanan juga berkoordinasi dengan PBB untuk meninjau kembali protokol keamanan di zona operasional UNIFIL setelah kejadian ini.
Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan psikologis bagi keluarga korban serta rekan-rekan prajurit yang masih berada di Lebanon.
Upacara pemakaman masing‑masing prajurit dijadwalkan berlangsung dalam minggu ini, dengan protokol militer lengkap dan penghormatan bendera setengah tiang di pangkalan masing‑masing.
Sejumlah pejabat tinggi militer, diplomat, serta perwakilan media turut hadir untuk menyaksikan prosesi pemakaman dan memberi penghormatan terakhir.
Kejadian ini menambah daftar prajurit Indonesia yang gugur dalam misi perdamaian, mengingat total korban TNI di UNIFIL sejak 1978 mencapai dua puluh satu orang.
Misi UNIFIL sendiri merupakan operasi penjaga perdamaian PBB yang bertugas menstabilkan perbatasan selatan Lebanon sejak akhir 1970‑an.
Indonesia telah berkontribusi secara konsisten dengan menempatkan kontingen militer yang terdiri dari infanteri, artileri, dan pasukan medis dalam rangka mendukung stabilitas regional.
Maruli menekankan bahwa keberanian prajurit yang gugur harus menjadi inspirasi bagi generasi militer muda dalam melaksanakan tugas kenegaraan.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai utama TNI adalah profesionalisme, disiplin, dan semangat pengabdian tanpa pamrih.
Pemerintah berjanji akan terus meningkatkan standar keselamatan dan pelatihan bagi personel yang ditempatkan di zona konflik.
Keluarga korban diharapkan dapat mengakses layanan bantuan hukum dan konseling melalui jalur resmi Kementerian Pertahanan.
Dengan semua langkah tersebut, Indonesia berharap dapat memastikan bahwa pengorbanan tiga prajurit tidak sia-sia dan tetap menjadi bagian penting dalam upaya perdamaian dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan