Media Kampung – 06 April 2026 | Polisi dan TNI melaksanakan sterilisasi menyeluruh serta pengamanan humanis pada ibadah Jumat Agung di Gereja Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia (GSJPDI) Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Langkah itu merupakan bagian dari kesiapan penuh menyambut rangkaian pekan suci Paskah 2026 yang dijadwalkan pada awal April.
Tim gabungan Polsek Pacet memulai sterilisasi pada Jumat pagi, 3 april 2026, dengan memeriksa setiap sudut gereja, baik di dalam maupun di luar bangunan.
Proses sterilisasi mencakup mimbar, kursi jemaat, peralatan sound system, alat musik, serta area parkir untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan atau bahan berbahaya.
Kapolsek Pacet AKP Mohammad Khoirul Umam menyatakan hasil pemeriksaan bersih dan lokasi dinyatakan steril.
Selanjutnya, sepuluh personel gabungan – tujuh anggota Polsek Pacet, dua anggota Koramil Pacet, dan petugas keamanan internal gereja – ditempatkan untuk menjaga jalannya ibadah.
Sekitar lima puluh jemaat hadir, dipimpin oleh Pendeta Hennoch Cahyono, dalam prosesi yang mencakup puji-pujian, homili, dan sakramen perjamuan kudus.
Petugas keamanan tidak hanya berada di pintu masuk, tetapi juga menyapa jemaat secara humanis sambil memeriksa kendaraan dan barang bawaan.
Pengamanan yang bersifat preventif ini diharapkan mengurangi rasa khawatir jamaah dan memungkinkan konsentrasi penuh pada ibadah.
Ibadah selesai pada pukul 10.30 WIB, dan seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa insiden.
Koordinasi antara pihak gereja, kepolisian, dan TNI menjadi faktor utama tercapainya keamanan dan ketertiban selama acara.
Pihak gereja menyampaikan apresiasi atas sterilisasi dini yang membuat lingkungan ibadah terasa bersih dan aman.
Mereka menambahkan bahwa tindakan tersebut memungkinkan jemaat beribadah dengan khusyuk di tengah suasana sejuk Kecamatan Pacet.
Kegiatan sterilisasi juga mencakup penyiraman disinfektan pada permukaan yang sering disentuh, sebagai respons terhadap ancaman kesehatan publik.
Petugas TNI Koramil Pacet turut membantu memantau area parkir dan mengarahkan lalu lintas kendaraan menuju titik masuk gereja.
Pengamanan manusiawi yang diterapkan mencakup sapaan ramah, penjelasan prosedur, serta pemberian ruang bagi jamaah yang membutuhkan bantuan.
Masyarakat setempat mengakui peningkatan rasa aman sejak kehadiran aparat keamanan dalam acara keagamaan.
Kegiatan ini menjadi contoh praktik keamanan terintegrasi yang dapat dijadikan acuan bagi penyelenggaraan ibadah lain di wilayah Jawa Timur.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa standar sterilisasi dan pengamanan serupa akan diterapkan pada perayaan keagamaan lain yang berpotensi ramai.
Dengan demikian, keberhasilan ibadah Jumat Agung ini memperkuat kepercayaan publik terhadap kemampuan aparat dalam melindungi kebebasan beragama.
Ke depan, Polsek Pacet berencana memperluas program sterilisasi dan pengamanan humanis ke kegiatan sosial dan keagamaan lain di Kabupaten Mojokerto.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan