Media Kampung – 04 April 2026 | Bus Restu nopol N 7088 UG terguling di kilometer 689+500A Tol Jombang‑Mojokerto pada Kamis 2 April 2026 sekitar pukul 20.00 WIB.
Bus yang melayani trayek Surabaya‑Madiun tersebut menampung 34 orang penumpang serta sopir dan kondektur ketika kecelakaan terjadi.
Menurut Kanit PJR Jatim 3 AKP Sudirman, bus oleng ke kanan setelah ban belakang kanan meletus secara mendadak.
Akibat kehilangan kendali, kendaraan jatuh ke parit median dan berbalik sehingga menimpa beberapa penumpang di dalamnya.
Kecelakaan tunggal ini menewaskan satu penumpang dan melukai sebelas orang dengan luka berat.
Sisa korban, sebanyak 33 orang, mengalami luka ringan hingga sedang dan segera dievakuasi ke tiga rumah sakit di sekitar Jombang.
Rumah Sakit Umum Daerah Jombang, RS Al‑Aziz, dan RS Ibu dan Anak Jombang menjadi tempat perawatan bagi semua korban.
Pihak berwenang menegaskan biaya pengobatan seluruh korban akan ditanggung oleh Jasa Raharja.
“Biaya perawatan akan dicover pemerintah melalui Jasa Raharja, sehingga hak korban terpenuhi,” kata AKP Anjar Rahmad Putra, Kasat Lantas Polres Jombang.
Kondektur bus, Syamsudin (49) dari Kelurahan Lamong, Badas, Kediri, mengalami patah tangan kiri dan dirawat di RS Al‑Aziz.
Sopir bus, Nuril, dilaporkan menghilang dari lokasi kejadian dan hingga kini belum ditemukan.
Polisi masih melakukan pencarian terhadap sopir yang diduga melarikan diri setelah kecelakaan.
Tim Satlantas Polres Jombang bersama Unit Penindakan Transportasi Umum (IPTU) Samsul Arifin memastikan tidak ada kendaraan lain yang terlibat.
Lalu lintas arah barat‑ke‑timur sempat terhenti selama lebih dari satu jam karena penumpukan kendaraan di lokasi.
Pekerjaan pemulihan jalan dimulai setelah semua korban dievakuasi dan bus dipindahkan ke Pos PJR KM 684.
Bus Restu yang terguling kemudian diamankan di pos tersebut untuk proses penyelidikan selanjutnya.
Penyebab utama kecelakaan masih diselidiki, namun indikasi pertama menunjuk pada pecah ban sebagai faktor utama.
Tim forensik akan memeriksa kondisi ban, roda, serta sistem suspensi untuk memastikan tidak ada kelalaian pemeliharaan.
Pihak operator bus diharapkan memberikan klarifikasi terkait jadwal pemeliharaan kendaraan dan prosedur keselamatan.
Kecelakaan ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Timur yang meningkat pada awal tahun 2026.
Data Badan Penyelenggara Transportasi (BPT) mencatat 12 kecelakaan fatal di jalan tol provinsi selama tiga bulan pertama tahun ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen meningkatkan pengawasan teknis kendaraan komersial di tol.
Gubernur Jawa Timur, Ganjar Pranowo, menekankan pentingnya inspeksi berkala dan pelatihan sopir profesional.
“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar kecepatan operasional,” ujar Ganjar dalam rapat koordinasi transportasi.
Keluarga korban telah mendapatkan dukungan psikologis dari Dinas Sosial setempat.
Jasa Raharja juga menyiapkan bantuan santunan sesuai regulasi bagi korban yang mengalami luka berat.
Penumpang yang selamat melaporkan kondisi panik saat bus tiba‑tiba bergoyang dan menukik ke kanan.
“Saya merasa tubuh saya terlempar, lalu bus berputar, itu sangat menakutkan,” ungkap salah satu penumpang yang tidak ingin disebutkan namanya.
Pengemudi lain yang melintas di sebelah kanan menyaksikan kejadian dan melaporkan kejadian kepada petugas.
Penyebab ban meletus belum dipastikan, namun suhu tinggi dan tekanan tidak tepat sering menjadi faktor risiko pada kendaraan berat.
Otoritas tol telah menambah titik inspeksi tekanan udara ban pada jalur Jombang‑Mojokerto sejak Januari 2026.
Diharapkan langkah tersebut dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sementara itu, penyelidikan terhadap keberadaan sopir masih berlanjut dan polisi meminta saksi untuk memberikan keterangan.
Kasus ini juga memicu perdebatan publik mengenai standar keamanan armada transportasi umum di Indonesia.
Pemerintah pusat dijadwalkan mengkaji revisi regulasi keselamatan transportasi dalam beberapa bulan ke depan.
Hingga kini, tidak ada laporan tambahan mengenai korban jiwa lain, dan semua yang selamat berada dalam perawatan intensif.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur teknis serta tanggung jawab operator dalam menjaga keselamatan penumpang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan