Media Kampung – 03 April 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perintah langsung kepada BNPB untuk mempercepat evakuasi warga yang terdampak gempa bumi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Instruksi tersebut disampaikan oleh Senior Koordinator BNPB Teddy Indra Wijaya pada pagi hari Kamis, menegaskan bahwa Presiden menuntut tindakan segera dari seluruh tim BNPB.
Menanggapi perintah itu, Kepala BNPB tiba di Sulawesi Utara pada hari yang sama untuk mengawasi pelaksanaan operasi.
Unit reaksi cepat BNPB bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah mulai menilai kerusakan serta memindahkan penduduk ke lokasi aman.
Teddy menambahkan bahwa kepala BNPB mengimbau warga agar tidak kembali ke bangunan yang rusak hingga mendapat pernyataan aman.
Koordinasi dengan pemerintah provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara juga diperkuat untuk menjamin prosedur evakuasi yang seragam.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara, pada pagi hari Kamis, menimbulkan kekhawatiran akan bahaya sekunder.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, melaporkan tsunami kecil setinggi 0,3 meter di Halmahera Barat pada pukul 06:08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06:15 WIB.
Meski tinggi gelombang tergolong kecil, pihak berwenang memperingatkan kemungkinan gelombang susulan dan meminta masyarakat pesisir untuk menjauh dari pantai.
Warga diminta tetap tenang, mengikuti arahan setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Abdul juga mencatat dua gempa susulan dengan magnitudo 5,5 pada pukul 06:07 WIB dan 5,2 pada pukul 06:12 WIB, keduanya berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami namun tetap terasa.
BNPB terus memantau aktivitas seismik dan akan memberikan pembaruan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Upaya evakuasi yang cepat sejalan dengan kebijakan penanggulangan bencana pemerintah yang menekankan pengurangan korban jiwa dan kerugian.
Pejabat daerah melaporkan ratusan keluarga telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara yang dibuka di sekolah dan balai desa.
Pasokan darurat seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan medis sedang didistribusikan oleh BNPB serta lembaga kemanusiaan mitra.
Keterlibatan langsung Presiden menegaskan komitmen administrasi untuk respons cepat terhadap bencana alam.
Pihak berwenang memperkirakan proses evakuasi selesai dalam 48 jam ke depan, bergantung pada hasil penilaian akhir keamanan.
Situasi terus dipantau secara intensif, dan masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan