Saham ASII dan UNTR tertekan tajam pada awal sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia, Rabu (21/01/2026). Tekanan jual membuat kedua saham grup Astra tersebut langsung melemah signifikan sejak pembukaan pasar.

Pada sekitar pukul 09.01 WIB, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) tercatat merosot hingga 14% ke level Rp27.500. Sementara itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) juga melemah 8,25% dan diperdagangkan di kisaran Rp6.675 sekitar pukul 09.02 WIB.

Meski mengalami tekanan dalam, pelemahan saham ASII dan UNTR justru dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan aksi beli. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, pada pukul 09.03 WIB saham UNTR membukukan transaksi net buy mencapai Rp226,7 miliar. Adapun saham ASII mencatatkan net buy sebesar Rp90,8 miliar.

Tekanan pada saham ASII dan UNTR muncul seiring beredarnya kabar terkait PT Agincourt Resources, entitas tambang emas yang berada di bawah United Tractors. Sentimen tersebut menambah kehati-hatian pelaku pasar terhadap saham-saham sektor tambang.

Sebelumnya, Astra International juga telah mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp2 triliun. Langkah korporasi ini mencerminkan keyakinan manajemen bahwa potensi penurunan harga saham perseroan dinilai semakin terbatas.

Di sisi lain, sentimen pasar turut dipengaruhi kebijakan pemerintah. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk mencabut izin usaha 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran. Keputusan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang digelar secara daring pada Senin (19/01/2026).

Pemerintah menyebut perusahaan yang izinnya dicabut terdiri atas 22 pemegang izin pemanfaatan hutan alam dan hutan tanaman dengan luas lebih dari 1 juta hektare, serta enam perusahaan di sektor tambang, perkebunan, dan pemanfaatan hasil hutan kayu.

Kombinasi sentimen korporasi dan kebijakan pemerintah membuat pergerakan saham ASII dan UNTR menjadi sorotan pelaku pasar sejak awal perdagangan. (balqis)