Media Kampung, Sulawesi Tengah – Densus 88 Antiteror Polri bersama Sat Brimob Polda Sulteng telah menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam tindakan terorisme. Penangkapan berlangsung pada Jumat malam, di mana dua terduga ditangkap di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, sementara satu orang lainnya ditangkap di Kabupaten Poso.
Sekretaris Desa Tomoli Utara, Muhlis, mengonfirmasi penangkapan tersebut saat dihubungi dari Palu. Ia menyatakan bahwa kedua terduga yang ditangkap telah menetap di desanya sejak tahun 2015, namun belum melaporkan kepindahan mereka secara resmi. “Ada dua orang yang ditangkap di Tomoli. Keduanya sejak 2015 sudah menetap di desa kami, tetapi memang belum melaporkan kepindahannya secara resmi,” ujarnya.
Muhlis menjelaskan bahwa kedua terduga teroris tersebut bekerja sebagai petani kakao dan dikenal oleh warga sebagai individu yang cenderung tertutup, jarang berinteraksi dengan masyarakat sekitar. “Pekerjaan sehari-hari mereka petani kakao. Kalau berinteraksi dengan warga sekitar memang agak tertutup,” ucapnya.
Hingga saat ini, pihak Densus 88 Antiteror maupun Polda Sulawesi Tengah belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas atau keterkaitan ketiga terduga dengan jaringan teroris tertentu. Ketiga orang tersebut kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.













