Media Kampung – 04 April 2026 | Seorang petugas penagihan utang (debt collector) tewas setelah ditusuk ketika sedang menarik mobil milik debitur di kawasan OKU, Sumatera Selatan.
Korban mengalami luka tusukan di bagian dada dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Insiden terjadi pada Jumat pagi, ketika korban mencoba mengamankan kendaraan yang diduga terkait tunggakan pembayaran.
Petugas kepolisian setempat menemukan sebuah pisau tergeletak di sekitar area tempat kejadian.
Setelah melakukan pemeriksaan awal, pihak berwajib mengidentifikasi satu tersangka yang melarikan diri dari tempat kejadian.
Pihak tersangka menghilang selama dua hari sebelum akhirnya menyerahkan diri secara sukarela ke kantor polisi OKU.
Dalam pernyataan resmi, Kapolsek OKU menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan bukti tambahan sedang dikumpulkan.
Dia menambahkan, “Kami akan memastikan semua fakta terungkap secara menyeluruh demi keadilan bagi korban dan keluarga.”
Keluarga korban belum memberikan komentar publik mengenai tragedi ini.
Para saksi mata melaporkan bahwa pertengkaran terjadi sesaat sebelum penusukan, namun belum ada keterangan pasti mengenai motifnya.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa tindakan penagihan utang harus dilakukan sesuai prosedur hukum dan tidak boleh melibatkan kekerasan.
Kasus ini menambah daftar insiden kekerasan yang melibatkan petugas penagihan utang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Data kepolisian menunjukkan peningkatan laporan konflik antara penagih utang dan debitur, meskipun secara keseluruhan angka kejahatan tersebut masih relatif rendah.
Pemerintah daerah OKU berjanji akan meningkatkan koordinasi antara aparat keamanan dan lembaga keuangan untuk mencegah kejadian serupa.
Kasus masih akan diproses di pengadilan, dengan harapan tersangka dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Hingga kini, penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap semua faktor yang memicu tragedi tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan