Media Kampung, Bali – Billy Syahputra berencana melaporkan pihak pengelola toilet di Pantai Dreamland, Kuta Selatan, Bali, setelah bocornya rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah putranya tanpa disensor. Kejadian ini bermula dari konflik antara Billy dan penjaga toilet yang menegurnya karena belum membayar sebelum menggunakan fasilitas tersebut.
Melalui kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid, Billy mengungkapkan bahwa kemarahannya tidak hanya dipicu oleh adu mulut yang viral, tetapi juga karena adanya dugaan pelanggaran privasi yang menyangkut anaknya. “Ada orang yang memposting sebuah rekaman, di mana ada foto anaknya Billy Syahputra,” ujar Fahmi.
Fahmi menambahkan bahwa tindakan tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, yang melarang penyebaran data pribadi tanpa izin. “Jika terbukti melanggar, si penyebar terancam 4 tahun penjara,” jelasnya.
Setelah mendapatkan surat kuasa dari Billy, mereka kini sedang mematangkan barang bukti sebelum melapor ke kepolisian. Pihaknya juga akan berkonsultasi mengenai locus delicti untuk menentukan lokasi pelaporan, apakah di Bali, Polda Metro Jaya, atau Bareskrim.
Konflik ini terjadi saat Billy panik karena putranya kedinginan setelah berenang. Meskipun keduanya telah saling meminta maaf, pihak pengelola toilet berencana merilis kronologi kejadian versi mereka, yang diharapkan tidak melanggar privasi lebih lanjut.













