Media Kampung – We Pause We Rise mengajak perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi, khususnya dalam mengenali fase perimenopause dan menopause. Edukasi ini dihadirkan melalui acara Rose Bloom yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Minggu (18/10).

Founder We Pause We Rise, Mia Lukmanto, menjelaskan bahwa acara ini menjadi ruang bagi perempuan untuk mempelajari siklus alamiah tubuh, berbagi pengalaman, serta memahami berbagai perubahan yang terjadi menjelang menopause. “Perimenopause dan menopause masih menjadi topik yang belum banyak dibicarakan secara terbuka. Karena itu, kami ingin membangun ruang yang aman agar perempuan dapat memperoleh informasi dan dukungan saat menghadapi fase tersebut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Melalui Rose Bloom, kami ingin menghadirkan ruang yang aman bagi perempuan untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menyadari bahwa mereka tidak harus menjalani fase ini sendirian. Kami memulai pendekatan berbasis kepercayaan layaknya ‘sahabat terpercaya’ sebelum mereka mendapatkan informasi medis.”

Mia berharap edukasi mengenai perimenopause dan menopause dapat mengubah cara pandang perempuan terhadap fase tersebut. Menurutnya, periode ini bukan akhir perjalanan seorang perempuan, melainkan awal babak baru yang tetap menyimpan potensi, kekuatan, dan kesempatan untuk bertumbuh.

Diskusi Kesehatan Perempuan

Dalam acara tersebut, We Pause We Rise juga menghadirkan sesi diskusi edukatif bersama sejumlah ahli dan praktisi untuk membahas berbagai aspek kesehatan perempuan, khususnya perimenopause dan menopause. Narasumber yang hadir di antaranya adalah dr. Dinda Derdmeisya selaku Chief Medical Officer of Magnolia Collective Wellness Indonesia, Madelina Mutia Co-Founder Lovepink, serta Alvina Olivia, Menopause Coaching Specialist dan MNU-Certified Nutritionist.

Selain diskusi edukasi, acara Rose Bloom juga menghadirkan Runway After 40, peragaan busana yang merayakan kepercayaan diri, keindahan, dan ekspresi personal perempuan berusia di atas 40 tahun. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, We Pause We Rise berupaya membuka ruang percakapan mengenai perubahan tubuh perempuan sekaligus mendorong perempuan agar lebih memahami dan memperhatikan kesehatan dirinya.

Perimenopause pada Perempuan Asia

Ahli perimenopause, dr. Dinda Derdmeisya, menjelaskan bahwa perempuan di Asia, termasuk Indonesia, dapat mengalami perimenopause pada usia yang berbeda dibandingkan perempuan di negara-negara Barat. “Di Asia, termasuk Indonesia, perempuan bisa mengalami perimenopause di usia 49 tahun, sedangkan pada ras India, lebih awal sekitar 45 tahun,” jelasnya.