Media Kampung – Dalam memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh setiap 10 Oktober, pengalaman Putri Diana mengenai kesehatan mental kembali menjadi sorotan. Dalam wawancara terkenal yang dilakukan pada November 1995, Diana berbagi tentang perjuangannya melawan depresi pascapersalinan dan gangguan makan bulimia.

Depresi Pascapersalinan

Setelah melahirkan putra pertamanya, Pangeran William, pada 1982, Diana mengalami depresi pascapersalinan. Dalam wawancara tersebut, Diana mengungkapkan perasaan yang sangat berat, termasuk keengganan untuk bangun dari tempat tidur dan merasa tidak dipahami. Keterbukaan Diana tentang perjuangannya dengan kesehatan mental memberikan wawasan penting bahwa meskipun hidup di bawah sorotan publik, seseorang bisa mengalami kesulitan emosional yang mendalam.

Pengalaman Bulimia

Selain depresi, Diana juga mengungkapkan bahwa ia berjuang melawan bulimia, sebuah gangguan makan yang ditandai dengan perilaku makan berlebihan diikuti dengan kompensasi berbahaya. Diana menggambarkan bulimia sebagai penyakit yang dirahasiakan dan berkaitan dengan harga diri yang rendah. Rasa malu dan stigma yang melekat membuatnya sulit untuk membicarakan masalah ini dengan orang lain.

Pentingnya Mendengarkan Suara Mereka yang Berjuang

Dalam konteks peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, tema yang diangkat oleh Organisasi Kesehatan Dunia menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata orang yang menghadapi masalah kesehatan mental. Pengalaman Diana menunjukkan bahwa dukungan dan pemahaman sangat dibutuhkan bagi mereka yang berjuang dengan kondisi ini. Kesehatan mental adalah isu universal yang mempengaruhi individu dari semua kalangan, termasuk mereka yang terlihat baik-baik saja di luar.

Kesadaran Kesehatan Mental

Melalui pengakuan dan perjuangan yang dibagikan oleh Putri Diana, masyarakat diingatkan akan pentingnya kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental. Pengalaman ini mendorong diskusi yang lebih terbuka dan jujur tentang isu-isu yang sering kali dianggap tabu, serta mendorong individu untuk mencari bantuan tanpa rasa malu.