Media Kampung – 10 April 2026 | RS Hasan Sadikin mengeluarkan pernyataan resmi pada hari Jumat, 2024, meminta maaf setelah hampir terjadi pertukaran bayi di ruang perawatan intensif neonatal (NICU). Pihak rumah sakit menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan pelanggaran prosedur keamanan pasien.
Insiden terjadi ketika dua bayi yang dirawat bersamaan di NICU ditukar identitasnya akibat kesalahan administratif, sehingga orang tua hampir menerima bayi yang bukan milik mereka. Kejadian ini terungkap setelah staf menemukan perbedaan data pada rekam medis masing-masing bayi.
Penelusuran internal mengungkap bahwa prosedur verifikasi label pada kantong dan gelang bayi tidak dijalankan secara konsisten, sehingga memicu risiko pertukaran. Audit awal menunjukkan adanya kelalaian dalam pencatatan kode barcode ganda.
Manajemen rumah sakit menyatakan bahwa tidak ada bayi yang terluka, namun situasi menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga dan menurunkan kepercayaan publik. Mereka berjanji akan memperbaiki sistem untuk menghindari kejadian serupa.
Direktur RS Hasan Sadikin, dr. Ahmad Faisal, menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen rumah sakit untuk memperbaiki sistem. Ia menambahkan bahwa seluruh pihak terkait akan dimintai pertanggungjawaban.
Dr. Faisal menjelaskan bahwa rumah sakit akan mengadakan pelatihan ulang bagi seluruh staf NICU tentang prosedur identifikasi pasien, termasuk penggunaan barcode ganda. Pelatihan ini direncanakan dilaksanakan dalam dua minggu ke depan.
Selain pelatihan, rumah sakit berjanji mengimplementasikan audit rutin dan sistem pelaporan insiden yang transparan untuk mencegah kejadian serupa. Sistem baru akan melibatkan verifikasi tiga titik sebelum setiap tindakan medis.
Kementerian Kesehatan melalui juru bicara menegaskan pentingnya standar keamanan di unit perawatan neonatal dan mengingatkan semua fasilitas kesehatan untuk mematuhi protokol. Kementerian juga menyatakan akan melakukan inspeksi mendadak pada rumah sakit rujukan.
Sebagai langkah tambahan, RS Hasan Sadikin bekerja sama dengan lembaga akreditasi untuk melakukan review menyeluruh terhadap SOP NICU. Review ini mencakup evaluasi alur kerja, peralatan, dan kompetensi staf.
Keluarga yang hampir terkena dampak menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat rumah sakit, namun menekankan perlunya tindakan nyata yang berkelanjutan. Mereka berharap tidak ada lagi kasus serupa yang menimpa pasien lain.
Insiden ini memicu diskusi luas di media sosial tentang keamanan layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di rumah sakit rujukan tingkat nasional. Banyak netizen menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini.
Pengamat kesehatan menyarankan peningkatan teknologi identifikasi, seperti RFID, untuk memperkuat verifikasi pasien di unit kritis. Teknologi tersebut diproyeksikan dapat mengurangi kesalahan manusia secara signifikan.
RS Hasan Sadikin menutup pernyataannya dengan harapan dapat memulihkan kepercayaan publik dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang. Rumah sakit berkomitmen untuk menjadikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan