Media Kampung – 08 April 2026 | BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto menggelar acara sosialisasi bersama media lokal di Jombang pada Selasa 7 April. Kegiatan itu bertujuan memperkuat penyebaran informasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Acara dilaksanakan di sebuah restoran di Kecamatan Diwek, melibatkan wartawan, perwakilan media, dan pejabat BPJS setempat. Penyampaian materi difokuskan pada fakta program dan cara akses layanan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Titus Sri Hardianto menekankan peran strategis media dalam menyalurkan informasi yang akurat. Ia menilai media menjadi jembatan penting antara lembaga dan masyarakat.

“Di era informasi yang cepat, media harus memastikan publik menerima data yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Titus. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya verifikasi sebelum penyebaran.

Titus juga menyampaikan capaian partisipasi JKN di Kabupaten Jombang mencapai 1.329.202 jiwa, setara 96,25 persen penduduk. Angka tersebut menunjukkan hampir seluruh warga telah terdaftar dalam program.

Baca juga:

Dari sisi fasilitas, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 91 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Selain itu, terdapat 17 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang tersebar di wilayah kabupaten.

Layanan digital turut menjadi fokus utama, dengan kanal WhatsApp PANDAWA yang memungkinkan pertanyaan cepat. Aplikasi Mobile JKN juga tersedia untuk pendaftaran, klaim, dan monitoring status.

Call Center 165 beroperasi 24 jam, memberi kemudahan bagi peserta yang membutuhkan bantuan segera. Kombinasi kanal ini diharapkan menurunkan hambatan akses layanan kesehatan.

Titus mengimbau peserta JKN untuk rutin memeriksa status kepesertaan agar tetap aktif. Ia menambahkan pentingnya melaporkan perubahan data pribadi tepat waktu.

“Jika menemukan informasi yang meragukan, sebaiknya konfirmasi melalui kanal resmi BPJS,” tegas Titus. Pesan tersebut mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada rumor.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, M. Mufid, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai sosialisasi membantu mengoreksi kesalahpahaman yang masih beredar.

Mufid menyoroti mitos tentang pembatasan rawat inap tiga hari yang tidak sesuai kebijakan. Ia juga menolak anggapan bahwa JKN hanya berlaku bagi pemegang domisili tertentu.

“Kegiatan ini memberikan kejelasan langsung dari BPJS, sehingga masyarakat dapat memahami hak dan kewajiban mereka,” kata Mufid. Ia berjanji akan terus mendukung penyebaran informasi yang benar.

PWI Jombang akan berperan aktif dalam menyalurkan materi edukatif ke media lokal dan komunitas. Kerja sama ini diharapkan meningkatkan literasi kesehatan di tingkat akar rumput.

Baca juga:

BPJS Kesehatan menegaskan bahwa program JKN menyediakan layanan rawat jalan, rawat inap, dan obat esensial tanpa biaya tambahan. Layanan tersebut mencakup seluruh lapisan masyarakat.

Dengan cakupan hampir 96 persen penduduk, Jombang mendekati target nasional dalam pemerataan kesehatan. Pencapaian ini menjadi bukti efektivitas program sejak diluncurkan.

Pemerintah daerah Jombang turut mendukung upaya BPJS dengan menyediakan fasilitas tempat sosialisasi. Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan komitmen bersama pada kesehatan publik.

Media yang terlibat meliputi surat kabar, portal online, dan stasiun radio lokal. Mereka diharapkan menyiarkan materi edukasi secara berkesinambungan.

BPJS Kesehatan berencana memperluas jaringan digital ke platform media sosial resmi. Langkah ini dimaksudkan menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda.

Selama acara, peserta juga diberikan panduan penggunaan aplikasi Mobile JKN secara praktis. Demonstrasi langsung membantu mengurangi kebingungan pengguna baru.

Penekanan pada verifikasi informasi juga mencakup edukasi tentang bahaya hoaks terkait kesehatan. BPJS Kesehatan mengajak masyarakat melaporkan konten palsu kepada otoritas.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab antara wartawan dan pejabat BPJS. Diskusi menghasilkan klarifikasi atas pertanyaan seputar manfaat dan prosedur klaim.

Hasil dari sosialisasi diharapkan tercermin dalam peningkatan kepuasan peserta JKN di Jombang. Indikator keberhasilan akan dipantau melalui survei rutin.

Baca juga:

BPJS Kesehatan menegaskan komitmen berkelanjutan untuk memperkuat edukasi program melalui media. Pendekatan proaktif ini dianggap kunci dalam menurunkan kesenjangan informasi.

Dengan dukungan media, pemerintah daerah, dan jaringan fasilitas kesehatan, Jombang berada pada posisi yang kuat untuk mengoptimalkan JKN. Harapan ke depan adalah tercapainya cakupan 100 persen.

Secara keseluruhan, kolaborasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga kesehatan dan media dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan transparan. Kondisi saat ini menunjukkan langkah positif menuju tujuan tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.