Media Kampung – 07 April 2026 | Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto mencatat pencapaian signifikan pada kuartal pertama 2026 dengan menyumbang lebih dari 5.500 kantong darah, melampaui target yang telah ditetapkan.

Keberhasilan ini diumumkan dalam acara Halal Bihalal PMI yang digelar di Rumah Rakyat pada Senin, 6 April.

Wali Kota Mojokerto sekaligus Ketua PMI Kota, Ika Puspitasari, menyatakan optimisme tinggi bahwa target tahunan 22.000 kantong darah dapat tercapai bila kondisi tetap stabil.

Dia menekankan bahwa capaian kuartal pertama menjadi bukti kerja keras relawan dan dukungan masyarakat.

Target 22.000 kantong darah pada 2026 merupakan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan upaya kemandirian layanan darah bagi warga.

Baca juga:

Peningkatan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan darah dari luar daerah.

Pemerintah Kota Mojokerto turut berperan aktif dengan meningkatkan kualitas layanan PMI, termasuk pengadaan layanan Packed Red Cells (PRC).

Layanan PRC ditujukan untuk pasien dengan kebutuhan khusus, seperti penderita penyakit autoimun dan kelainan darah tertentu.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menyebut inovasi PRC belum dimiliki semua daerah, menandakan langkah maju bagi layanan kesehatan lokal.

Ia menegaskan komitmen PMI Kota Mojokerto dalam menyediakan layanan darah yang aman dan berkualitas.

Pemerintah kota juga berencana memperbarui peralatan medis menjadi lebih modern dan standar internasional.

Upaya modernisasi ini dimaksudkan untuk menjamin keamanan dan keandalan proses transfusi darah.

Sinergi antara PMI, rumah sakit mitra, dan pihak terkait dianggap kunci dalam memperkuat layanan kemanusiaan.

Wali kota menambahkan bahwa kepercayaan pasien akan meningkat apabila layanan darah terbukti aman secara medis.

Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pengumpulan, pengolahan, dan distribusi darah.

Data internal PMI menunjukkan bahwa pada tiga bulan pertama, volume donasi darah meningkat secara konsisten dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga:

Faktor peningkatan ini antara lain kampanye edukasi publik dan kemudahan akses ke unit donor.

Pembentukan unit donor di beberapa lokasi strategis kota juga berkontribusi pada hasil positif tersebut.

Relawan PMI melaporkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program donor darah semakin tinggi.

Beberapa komunitas lokal telah bergabung dalam program donor reguler, memperkuat jaringan pendonor.

Pemerintah kota menyiapkan anggaran tambahan untuk mendukung operasional PMI selama tahun 2026.

Anggaran tersebut mencakup pembelian peralatan sterilisasi, pendingin darah, serta pelatihan teknis bagi petugas laboratorium.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga medis dalam penanganan darah yang sensitif.

Selain itu, PMI Kota Mojokerto berencana memperluas program edukasi di sekolah-sekolah untuk menumbuhkan budaya donor sejak dini.

Strategi ini diharapkan dapat menambah basis pendonor jangka panjang.

Target 22.000 kantong darah akan dicapai melalui kombinasi peningkatan kuantitas dan kualitas layanan.

Jika tercapai, kota ini dapat menjadi contoh model pengelolaan darah yang mandiri bagi daerah lain.

Baca juga:

Wali kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program ini demi kesehatan publik.

Ia menutup acara dengan harapan bahwa kolaborasi lintas sektoral akan menjaga kelancaran pasokan darah selama tahun 2026.

Kondisi stabil dan dukungan berkelanjutan diperkirakan akan menjadikan target tahunan tidak hanya realistis, tetapi juga terukur.

PMI Kota Mojokerto menegaskan komitmen jangka panjang untuk melayani kebutuhan darah masyarakat dengan aman dan efektif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.