Media Kampung – 01 April 2026 | Komika dan aktor Marshel Widianto mengalami kondisi kritis akibat komplikasi GERD, sinusitis, dan penyumbatan amandel yang menghalangi saluran napasnya.

Serangan sesak napas terjadi saat ia berada di dalam mobil, memaksa pasangan dan pengemudi berhenti untuk menenangkan dirinya sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Di rumah sakit, dokter memutuskan melakukan operasi darurat pada sinus dan amandel untuk membuka kembali jalan napas.

Prosedur operasi berlangsung cepat namun menyakitkan, menurut Marshel ia merasakan rasa sakit yang intens selama proses tersebut.

Setelah operasi, pasien langsung dipantau di ruang pemulihan dan diberikan perawatan intensif untuk memastikan tidak ada komplikasi lanjutan.

Beberapa hari pasca operasi, kondisi pernapasan Marshel mulai stabil, dan ia melaporkan bahwa napasnya terasa lega.

Ia juga menyatakan kualitas tidurnya membaik, tidak lagi mengalami mendengkur yang sebelumnya mengganggu istirahat.

Pasangan Marshel, Yansen Indiani, mengungkapkan kelegaan yang mendalam ketika suaminya mulai pulih, meski ia sempat menangis haru saat menunggu kabar dokter.

Yansen menambahkan bahwa kejadian ini menjadi peringatan penting bagi mereka untuk lebih memperhatikan kesehatan secara rutin.

Marshel mengakui bahwa ia sering mengabaikan gejala awal GERD dan masalah pada amandel karena kesibukan profesinya.

Ia menambahkan, “Saya terlambat dalam banyak hal, termasuk perawatan kesehatan,” sambil menertawakan diri sendiri.

Setelah kembali ke rumah, Marshel memutuskan untuk mengurangi jam kerja guna menyediakan lebih banyak waktu bersama anaknya.

Keputusan itu diambil setelah ia menyadari betapa berharganya momen kebersamaan keluarga, terutama setelah hampir kehilangan nyawa.

Ia menyatakan, “Saya ingin memanfaatkan golden time bersama anak, bukan terus terjebak dalam jadwal padat,” menegaskan prioritas barunya.

Para ahli kesehatan menekankan pentingnya penanganan dini GERD serta pemeriksaan rutin pada sinus dan amandel untuk mencegah komplikasi serupa.

Kasus Marshel menjadi contoh nyata bagaimana masalah pencernaan dapat bereskalasi menjadi ancaman pernapasan.

Dokter yang merawatnya merekomendasikan perubahan pola makan, menghindari makanan pemicu asam lambung, serta kontrol medis berkala.

Selain itu, mereka menyarankan terapi fisik ringan untuk memperkuat otot pernapasan dan meningkatkan kualitas tidur.

Marshel mengucapkan terima kasih kepada tim medis dan keluarga yang mendukungnya selama masa kritis.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan dapat kembali berkarya di dunia hiburan sambil tetap menjaga kesehatan dan kebahagiaan keluarga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.