Media Kampung – 20 Maret 2026 | Makan pagi dengan kopi telah menjadi ritual bagi jutaan orang di Indonesia. Praktik itu kini menjadi subjek kajian medis untuk menilai apakah kebiasaan tersebut memberi manfaat atau menimbulkan bahaya.

Dr. Yulius Evan Christian, dosen Farmasi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, menjelaskan bahwa kafein pada kopi menahan reseptor adenosin di otak, sehingga mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan kewaspadaan.

Ia menambahkan bahwa dosis moderat, yakni sekitar 200‑300 miligram kafein per hari, umumnya aman bagi orang dewasa sehat dan dapat meningkatkan performa mental dalam jangka pendek.

Namun, respons tubuh terhadap kafein sangat bervariasi, tergantung pada faktor genetik, kebiasaan konsumsi, dan kondisi kesehatan individu.

Salah satu risiko yang paling sering dilaporkan adalah iritasi lambung ketika kopi diminum pada perut kosong.

Kafein merangsang sekresi asam klorida di lambung, sehingga bila tidak ada makanan penyangga, sensasi terbakar atau mual dapat muncul pada sebagian orang.

Karena itu, banyak ahli gastroenterologi menyarankan agar kopi dikonsumsi setelah sarapan ringan atau setidaknya setelah tubuh menerima asupan nutrisi kecil.

Selain masalah lambung, konsumsi kopi terlalu cepat setelah bangun dapat memperparah denyut jantung dan tekanan darah pada individu yang sensitif terhadap stimulan.

Penelitian yang dipublikasikan pada 2024 menunjukkan bahwa peningkatan kadar kortisol alami pada pagi hari dapat menurunkan efektivitas kafein jika diminum terlalu awal.

Dr. Christian menyarankan menunggu sekitar 30‑45 menit setelah bangun sebelum meneguk kopi, agar kadar kortisol menurun dan efek kafein dapat terasa maksimal.

Di sisi lain, konsumsi kopi dalam batas moderat telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, Parkinson, dan beberapa jenis kanker.

Kajian meta‑analisis tahun 2023 menemukan bahwa peminum kopi secara rutin memiliki tingkat mortalitas lebih rendah dibandingkan non‑peminum, asalkan tidak melebihi empat cangkir per hari.

Namun, manfaat tersebut tidak berlaku bila konsumsi melebihi 400 miligram kafein per hari, yang dapat memicu kegelisahan, insomnia, dan gangguan irama jantung.

Kesimpulannya, minum kopi segera setelah bangun bukanlah pilihan mutlak baik atau buruk; keputusan harus didasarkan pada toleransi pribadi, kondisi lambung, dan jadwal konsumsi yang sesuai.

Para ahli menegaskan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh dan menyesuaikan pola minum kopi agar tetap mendukung produktivitas tanpa mengorbankan kesehatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.