Media Kampung – Produsen kendaraan komersial terkemuka dunia, Scania, telah resmi membuka fasilitas pusat riset dan pengembangan (R&D) Proving Ground terbaru di Soumldertaumllje, Swedia. Fasilitas pengujian ini berdiri di atas lahan seluas 85 hektar dan dirancang untuk menjadi pusat utama bagi pengembangan, pengujian, dan validasi teknologi di masa depan.

Menurut Christian Levin, President dan CEO Traton Group, langkah ini merupakan tanggapan terhadap kebutuhan transformasi dunia transportasi yang menuntut pengembangan teknologi baru. “Investasi bernilai SEK 975 juta (sekitar Rp 1,4 triliun) ini adalah wujud komitmen kami untuk membangun kapasitas masa depan dan memastikan setiap produk memiliki keselamatan, kualitas, dan performa terbaik bagi konsumen,” ungkap Levin.

Dukungan untuk Riset dan Pengujian Kendaraan

Dengan adanya infrastruktur mandiri yang luas, tim ahli Scania kini dapat melakukan riset dan pengujian tanpa bergantung pada pihak ketiga. Pusat pengujian ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan teknologi transportasi, termasuk elektrifikasi kendaraan komersial dan sistem armada otonom tanpa pengemudi.

Fasilitas ini juga fokus pada peningkatan fitur keselamatan berkendara, dinamika pergerakan kendaraan, serta optimasi efisiensi mesin konvensional.

Inisiatif Ramah Lingkungan

Pembangunan fasilitas R&D ini juga mengedepankan aspek kelestarian lingkungan. Penggunaan material ramah lingkungan, seperti ECO-asphalt, telah berhasil mengurangi jejak karbon hingga sekitar 30.900 ton emisi CO2 ekivalen, menunjukkan komitmen Scania terhadap keberlanjutan industri otomotif global.

Dengan hadirnya lintasan uji coba modern sepanjang belasan kilometer, Scania kini siap mempercepat komersialisasi truk listrik dan kendaraan pintar, menjawab tantangan logistik global yang semakin kompleks. Langkah ini memperkuat posisi Scania dan Traton Group sebagai pionir dalam transformasi transportasi yang lebih aman, efisien, bersih, dan ramah lingkungan.