Media Kampung – 10 April 2026 | Kota Islmabad, sebuah pusat administratif di wilayah selatan Iran, mengumumkan libur nasional selama dua hari menjelang pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran tentang program nuklir negara tersebut.

Libur akan dimulai pada Senin, 13 April 2026, dan berlanjut hingga Selasa, 14 April, memberikan warga kesempatan untuk mengikuti perkembangan diplomatik tanpa gangguan aktivitas rutin.

Walikota Ahmad Reza Zanjani menyatakan, “Kami ingin memberi ruang bagi masyarakat untuk menyimak proses penting ini dan menegaskan komitmen kami terhadap perdamaian serta stabilitas regional,”.

Keputusan tersebut dipandang sebagai bentuk solidaritas kota dengan negara-negara Muslim yang memiliki program nuklir, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan internasional.

Negosiasi antara Washington dan Teheran dimulai pada akhir Maret 2026 setelah kedua belah pihak sepakat menghidupkan kembali jalur diplomatik yang sempat terputus sejak 2023.

Baca juga:

Iran menjadi satu-satunya negara mayoritas Muslim yang saat ini mengoperasikan fasilitas uranium berskala besar, sementara Pakistan dan Turki juga disebut sebagai kekuatan nuklir dengan populasi mayoritas Muslim.

Imam Besar Masjid Al-Quds, Sheikh Hassan Al-Mir, menambahkan, “Kita menyaksikan munculnya raksasa nuklir Muslim yang harus dikelola dengan tanggung jawab demi umat dan keamanan dunia,”.

Analis kebijakan luar negeri, Dr. Laila Karim, menilai libur kota dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya hasil pembicaraan, karena opini masyarakat sering memengaruhi posisi pemerintah dalam negosiasi.

Pengusaha lokal mengaku khawatir penutupan dua hari dapat menurunkan omzet, namun sebagian besar menyambut keputusan dengan harapan stabilitas politik akan mempercepat pemulihan ekonomi.

Baca juga:

Selama periode libur, kepolisian setempat meningkatkan patroli di pusat-pusat perbelanjaan dan area transportasi untuk memastikan keamanan serta mencegah potensi kerusuhan.

Keputusan Islmabad memicu perhatian di negara-negara Muslim lainnya, termasuk Arab Saudi dan Turki, yang menilai setiap langkah diplomatik antara AS dan Iran dapat berdampak pada kebijakan energi dan keamanan regional.

Libur berakhir pada Rabu, 15 April, dengan harapan bahwa hasil pertemuan akan menghasilkan kesepakatan yang menurunkan ketegangan dan membuka jalan bagi kerja sama ekonomi serta keamanan di kawasan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: