Media Kampung – 08 April 2026 | Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menyatakan pemerintah Arab Saudi yakin ibadah haji 2026 dapat berlangsung lancar dan aman meski kawasan Timur Tengah sedang dilanda konflik bersenjata.

Ia menegaskan bahwa persiapan keamanan di Mekah dan Madinah telah mencapai tahap final, sementara pihak Saudi berharap perdamaian antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dapat terwujud secepatnya.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, menegaskan kondisi keamanan di Kerajaan tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh operasi militer di sekitar wilayah konflik.

Al Amoudi menambahkan bahwa stok bahan bakar minyak di Saudi masih mencukupi, namun harga minyak dunia naik hingga 65 persen dalam seminggu terakhir, yang berpotensi meningkatkan biaya avtur dan tiket haji.

Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menjelaskan bahwa Kemenhaji menyiapkan dua skenario operasional untuk mengantisipasi potensi gangguan.

Skenario pertama tetap melanjutkan keberangkatan jemaah dengan risiko tinggi, sementara skenario kedua mempertimbangkan rute penerbangan alternatif yang menghindari zona konflik seperti Irak, Suriah, Iran, Israel, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Rute alternatif yang dipertimbangkan meliputi jalur selatan melalui Samudra Hindia dan ruang udara Afrika Timur, meski hal ini dapat menambah durasi perjalanan dan biaya operasional.

Koordinasi antara Kedutaan Besar Saudi dan Kementerian Haji Indonesia terus dipertahankan untuk memastikan semua hambatan dapat diatasi secara bersama.

Irwan Yusuf menekankan bahwa keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama, dan semua keputusan akan didasarkan pada evaluasi risiko keamanan secara real time.

Para pejabat menyoroti bahwa konflik di sekitar Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak global, yang secara otomatis menaikkan biaya avtur dan menekan harga tiket pesawat haji.

Meskipun pemerintah Indonesia berupaya menahan kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) di kisaran Rp 87,4 juta, fluktuasi energi tetap menjadi variabel yang sulit dikendalikan.

Selain tantangan ekonomi, Kementerian Haji mencatat bahwa sebagian besar jemaah Indonesia tahun ini termasuk dalam kategori risiko tinggi (Risti) karena usia lanjut atau kondisi medis tertentu.

Hal ini menambah beban logistik dalam penyediaan fasilitas kesehatan dan penanganan darurat di tempat ibadah.

Para pihak juga mengingatkan bahwa keamanan udara tetap menjadi fokus utama, mengingat penutupan ruang udara di beberapa titik strategis dapat mempengaruhi jadwal keberangkatan.

Secara keseluruhan, otoritas Saudi dan Indonesia tetap optimis bahwa haji 2026 dapat diselenggarakan dengan aman, asalkan situasi geopolitik tidak mengalami eskalasi yang signifikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.