Media Kampung – 08 April 2026 | Tehran, 6 April 2026 – Majid Khademi, kepala intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dilaporkan tewas dalam serangan udara yang diklaim Israel dan didukung Amerika Serikat. Insiden ini menimbulkan ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.
Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menyampaikan rasa duka melalui akun X-nya, menyoroti keberanian dan dedikasi Khademi selama puluhan tahun dalam bidang intelijen dan pertahanan. Ia menambahkan bahwa pembunuhan tersebut tidak akan menghalangi perjuangan Iran.
Dalam rilis resmi IRGC, organisasi menegaskan bahwa serangan itu ditujukan khusus untuk menyingkirkan Khademi, yang telah memimpin unit intelijen sejak Juni 2025 setelah pengganti sebelumnya, Mohammad Kazemi, tewas dalam konflik singkat pada 2025. IRGC berjanji melancarkan operasi balasan.
Operasi balasan yang disebut “Pembalasan yang Menghancurkan” dijanjikan akan melibatkan serangan besar-besaran terhadap perencanaan dan pelaku serangan, menurut pernyataan yang dikutip Al Jazeera. Pihak militer Iran menyiapkan rudal, drone, dan unit khusus untuk menargetkan sasaran Israel dan Amerika.
Khamenei menuduh Amerika Serikat dan Israel menggunakan “terorisme Zionis” untuk membunuh Khademi, menyoroti apa yang ia sebut kegagalan kebijakan luar negeri kedua negara. Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut hanya memperkuat tekad Iran untuk melindungi kedaulatan.
Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Tehran dan beberapa kota lain, menewaskan sejumlah pejabat tinggi termasuk Khamenei, menurut laporan yang kemudian dibantah oleh sumber Iran. Serangan itu menimbulkan respons balasan drone dan rudal Iran.
Kematian Khademi menambah daftar korban tinggi di antara jajaran militer Iran sejak perang 12 Hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025, yang menewaskan mantan kepala intelijen Mohammad Kazemi. Khademi sebelumnya menjabat sebagai kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC.
Analisis para pengamat menilai bahwa kehilangan Khademi dapat memengaruhi koordinasi intelijen Iran, namun IRGC berupaya menjaga kesinambungan operasi melalui pejabat senior lain. Penunjukan pengganti belum diumumkan secara resmi.
Sementara itu, komunitas internasional menanggapi dengan keprihatinan, menyerukan penahanan saat konflik dan mengingatkan akan risiko eskalasi lebih lanjut. PBB belum mengeluarkan resolusi khusus terkait insiden ini.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap pejabatnya akan direspons secara proporsional dan tegas, menambah tekanan pada diplomasi regional. Langkah selanjutnya kemungkinan melibatkan operasi siber serta tekanan ekonomi.
Di dalam negeri, keluarga Khademi menerima penghormatan militer dan pernyataan belasungkawa dari rekan-rekannya. Upacara pemakaman dijadwalkan dalam waktu dekat, menandai akhir karier panjang seorang prajurit yang dianggap pahlawan.
Dengan situasi yang semakin tegang, Iran tampak bersiap melancarkan serangan balasan yang dapat memperluas konflik di Timur Tengah, menandai babak baru dalam persaingan geopolitik antara Tehran, Washington, dan Jerusalem. Kondisi ini menuntut perhatian dunia untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan