Media Kampung – 06 April 2026 | Israel melancarkan serangan udara di wilayah selatan Beirut, khususnya Jnah, menewaskan empat warga sipil dan melukai puluhan lainnya.

Layanan ambulans mencatat 30 luka tambahan, dengan korban jiwa diperkirakan bertambah seiring evakuasi.

Serangan juga menyentuh daerah Roueiss dan menimbulkan kerusakan pada bangunan berlantai tinggi serta dekat Kedutaan Besar China.

Di luar Beirut, serangan di desa Kfarhata di selatan Lebanon menewaskan 11 orang, termasuk seorang anak berusia empat tahun, pada hari Minggu Paskah.

Kfarhata sebelumnya menerima peringatan evakuasi dari militer Israel, namun warga tetap berada di daerah tersebut.

Di samping itu, serangan udara di Jnah melukai setidaknya 39 orang, menambah jumlah korban total dalam satu hari.

Iran mengklaim berhasil menembak jatuh dua pesawat C‑130 dan dua helikopter Black Hawk milik Amerika Serikat dalam operasi balasan yang terjadi bersamaan.

Rudal Iran juga menghantam wilayah tengah dan utara Israel, termasuk Haifa, menimbulkan kerusakan berat pada sebuah gedung dan empat orang dinyatakan hilang.

Pejabat militer Israel menuduh kelompok Hizbullah meluncurkan roket ke basis UNIFIL di El Adeisse, yang mengakibatkan tiga prajurit TNI terluka.

Pihak PBB mengonfirmasi bahwa tiga tentara penjaga perdamaian terluka, dua di antaranya dalam kondisi kritis, namun penyebab pasti ledakan belum dipastikan.

Dua prajurit TNI yang terluka tersebut telah dirawat di rumah sakit setempat dan berada dalam kondisi stabil.

Konflik yang bermula pada awal Maret 2026 setelah Hizbullah menembakkan roket ke Israel kini telah meluas ke perbatasan Lebanon‑Suriah, serta melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 8.000 pengungsi di Jnah berada dalam bahaya karena terus berlanjutnya serangan udara.

Israel juga mengumumkan pergerakan pasukan darat ke wilayah selatan Lebanon, menambah ketegangan di Lembah Beqaa.

Pihak internasional masih menunggu langkah diplomatik untuk meredakan eskalasi yang mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.

Sejak awal konflik, lebih dari 400 anggota Hizbullah dilaporkan tewas, sementara Israel mengaku kehilangan minimal sepuluh tentara di pertempuran di selatan Lebanon.

Pemerintah Lebanon mengkritik serangan Israel yang menargetkan infrastruktur sipil dan menuntut intervensi PBB untuk melindungi warga.

Sementara itu, pernyataan Perdana Menteri Netanyahu menegaskan kerja sama militer dengan Amerika Serikat dalam menanggapi ancaman Iran.

Komunitas internasional mengingatkan akan risiko eskalasi lebih luas, khususnya bila Iran melanjutkan serangan rudal ke wilayah Israel.

Pada akhir minggu, layanan medis di Beirut melaporkan tekanan pada rumah sakit akibat lonjakan korban, mengindikasikan krisis kemanusiaan yang mendesak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.