Media Kampung – 04 April 2026 | Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Kharazi, mengalami luka serius dan kehilangan istrinya setelah rumahnya di Tehran dibom oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 1 April 2026.
Serangan tersebut menambah deretan korban tinggi, dengan lebih dari dua ribu warga Iran tewas sejak konflik dimulai pada akhir Februari.
Kharazi, yang pernah menjabat sebagai duta besar Iran di PBB dan memimpin Kementerian Luar Negeri antara 1997 hingga 2005, kini dirawat di rumah sakit terdekat.
Menurut laporan Al Jazeera, jurnalis Mohamed Vall menyatakan, “Kami menyaksikan upaya pembunuhan terhadap mantan menlu Kharazi; motif di baliknya masih belum jelas.”
Ia pernah menempuh sebagian pendidikan di Amerika Serikat sebelum Revolusi Islam 1979, dan dikenal sebagai tokoh penting dalam kebijakan luar negeri Iran.
Selama masa jabatannya, Kharazi berperan dalam negosiasi multilateral dan menjadi penasihat utama Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Sejak serangan udara pertama pada 28 Februari 2026, sejumlah pejabat tinggi militer dan intelijen Iran, termasuk Sekjen IRGC dan Menteri Pertahanan, telah tewas.
Penembakan rumah Kharazi menimbulkan spekulasi bahwa target tersebut dipilih untuk melemahkan upaya diplomatik yang masih berusaha menghentikan konflik.
Kharazi sebelumnya mengungkapkan dalam wawancara dengan CNN pada Maret 2026, “Tidak ada ruang bagi diplomasi dengan Amerika karena mereka terus mengkhianati janji‑janjinya.”
Pernyataan itu menimbulkan pertanyaan mengenai peranannya kini dalam konteks perang yang semakin intens.
IRGC mengeluarkan peringatan pada 31 Maret 2026, menargetkan delapan belas perusahaan teknologi besar Amerika, termasuk Apple, Google, dan Meta, sebagai balasan atas pembunuhan pejabat Iran.
Ancaman tersebut menyatakan serangan akan dimulai pada 1 April, bertepatan dengan hari serangan yang menimpa Kharazi.
Data resmi mencatat total korban tewas mencakup 2.000 warga Iran, 24 warga Israel, dan 13 tentara Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah.
Selain Kharazi, beberapa tokoh politik dan militer lainnya, seperti Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Larijani, juga gugur dalam serangan sebelumnya.
Kehilangan istri Kharazi menambah beban emosional bagi mantan pejabat yang kini berada di ruang perawatan intensif.
Pihak rumah sakit belum mengungkapkan detail kondisi medis Kharazi, namun sumber mengatakan ia berada dalam kondisi kritis.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan aksi agresi luar negeri yang melanggar kedaulatan negara.
Dalam pernyataan resmi, Tehran menuntut agar komunitas internasional mengutuk tindakan militer gabungan tersebut dan menuntut ganti rugi.
Situasi di Tehran tetap tegang, dengan warga menghindari area publik dan militer memperketat pengamanan di sekitar kedutaan serta instalasi strategis.
Kondisi Kharazi yang masih dalam perawatan intensif mencerminkan eskalasi konflik yang menimbulkan ancaman bagi upaya perdamaian di wilayah tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan