Media Kampung – 31 Maret 2026 | Ukraina menolak tuduhan Iran berhasil menyerang gudang senjata anti‑drone di Dubai, menyebutnya sepenuhnya bohong dan bagian dari kampanye disinformasi.

Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, pada Minggu (29 Maret 2026) dalam keterangan yang diterbitkan United24.

Tykhyi menambahkan bahwa Iran, seperti Rusia, sering menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan untuk menimbulkan ketegangan geopolitik.

Iran sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan balasan terhadap Ukraina setelah Kyiv memberikan dukungan militer kepada Israel dalam konflik di Timur Tengah.

Ukraina menegaskan bahwa tidak ada fasilitas militer Ukraina yang berada di Dubai, sehingga klaim Iran tidak memiliki dasar faktual.

Sebaliknya, Kyiv mengirim sekitar 201 pakar militer ke negara‑negara Teluk—termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait—untuk membantu memperkuat sistem pertahanan anti‑drone setempat.

Pakar‑pakar tersebut fokus pada pelatihan, penyediaan teknologi, dan integrasi sistem yang dapat melindungi infrastruktur sipil dari ancaman drone.

Menurut juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat, penempatan tenaga ahli ke negara Teluk tidak mengganggu kesiapan pertahanan udara Ukraina melawan serangan Rusia.

Ihnat menegaskan bahwa sistem pertahanan udara Ukraina tetap menjadi salah satu yang paling efektif di kawasan, dengan kemampuan skala besar yang terus ditingkatkan.

Pada saat yang sama, Presiden Volodymyr Zelenskyy melakukan kunjungan resmi ke Doha, Qatar, untuk membahas kerja sama keamanan jangka panjang.

Zelenskyy bertemu Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al‑Thani, lalu menandatangani perjanjian pertahanan yang mencakup kerjasama teknis dan transfer pengetahuan selama sepuluh tahun ke depan.

Perjanjian tersebut mencakup penyediaan sistem pertahanan anti‑drone buatan Ukraina, pelatihan personel Qatar, serta dukungan logistik dan pemeliharaan.

Zelenskyy menekankan bahwa kemitraan ini menguntungkan kedua belah pihak, memperkuat keamanan regional sekaligus membuka peluang ekspor teknologi pertahanan Ukraina.

Iran menanggapi pernyataan Ukraina dengan menegaskan kembali klaim serangan, namun belum memberikan bukti yang dapat diverifikasi oleh pihak independen.

Pengamat militer internasional mencatat bahwa persaingan informasi antara Moskow, Tehran, dan Kyiv semakin mempengaruhi persepsi publik di kawasan Teluk.

Meskipun ketegangan retorika meningkat, Ukraina tetap fokus pada pengembangan kapabilitas pertahanan dalam negeri dan memperluas jaringan kerja sama strategis dengan negara‑negara sahabat.

Situasi ini menegaskan bahwa diplomasi militer dan kerjasama teknis menjadi instrumen utama Kyiv dalam menanggapi ancaman eksternal tanpa memperlemah pertahanan nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.