Putin respons Mojtaba Khamenei yang terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran dengan menyampaikan dukungan penuh dari Rusia. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Mojtaba resmi menggantikan posisi kepemimpinan tertinggi di Teheran.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pesan dukungan tersebut pada Senin (9/3/2026) waktu setempat. Dalam pesannya, Putin menegaskan bahwa Rusia tetap berdiri bersama Iran dan menjaga solidaritas dengan negara tersebut di tengah situasi yang tengah dihadapi.
Ia menilai Rusia akan terus menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Iran. Hubungan strategis kedua negara, menurutnya, tetap dijaga meski kondisi geopolitik di kawasan sedang memanas.
Putin juga menyinggung situasi sulit yang saat ini dihadapi Iran. Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan mojtaba khamenei di posisi tertinggi negara itu akan menuntut keberanian serta dedikasi besar, terutama saat Iran menghadapi tekanan dan konflik bersenjata.
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta sebelumnya menjelaskan bahwa mojtaba khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi melalui mekanisme resmi negara. Ia disebut memperoleh lebih dari 85 persen suara dari anggota Majelis Pakar.
Pemilihan tersebut merujuk pada ketentuan Pasal 107 dan 108 Konstitusi Republik Islam Iran, dengan masa jabatan kepemimpinan selama delapan tahun.
Kedutaan Iran juga menegaskan bahwa proses transisi kepemimpinan berjalan stabil dan sistem pemerintahan tetap kokoh. Setelah penunjukan tersebut, Iran langsung mengaktifkan sejumlah langkah militer strategis di bawah komando kepemimpinan baru.
Dalam pembaruan yang sama, Iran juga memaparkan dampak besar dari serangan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung selama sekitar sepuluh hari terakhir. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban besar di kalangan warga sipil.
Pihak Iran menyebutkan bahwa lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat serangan tersebut. Selain itu, ribuan infrastruktur sipil juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Secara keseluruhan, tercatat 9.669 target sipil hancur, termasuk sekitar 7.943 rumah tinggal serta sejumlah fasilitas penting seperti pusat medis, sekolah, dan infrastruktur energi.









Tinggalkan Balasan