Senegal memastikan diri sebagai juara Piala Afrika 2025 setelah menaklukkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang berlangsung dramatis di Stade Prince Moullay Abdallah, Senin (19/01/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini diraih Lions of Teranga lewat perjuangan keras hingga babak perpanjangan waktu.
Sejak awal laga, Senegal tampil lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 54 persen. Meski demikian, Maroko justru lebih agresif dalam menciptakan peluang dengan total 13 percobaan, tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang. Senegal sendiri mencatat sembilan tembakan dengan lima di antaranya mengancam langsung gawang Maroko.
Peluang emas Senegal pertama hadir pada menit ke-37 ketika Nicolas Jackson mengirim umpan terobosan matang kepada Iliman Ndiaye yang lolos ke kotak penalti. Namun, upaya Ndiaye gagal berbuah gol setelah sepakan jarak dekatnya mampu dibendung kiper Maroko, Yassine Bounou.
Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat dengan jual beli serangan dari kedua tim. Senegal kembali mengancam di menit ke-90 lewat Ibrahim Mbaye, tetapi Bounou kembali tampil sigap mengamankan gawangnya.
Drama memuncak di masa injury time. Senegal sempat mencetak gol pada menit ke-92 melalui Abdoualey Seck, namun wasit menganulir gol tersebut karena dinilai terjadi pelanggaran lebih dulu terhadap Achraf Hakimi. Keputusan itu memicu protes keras dari kubu Senegal.
Ketegangan semakin memanas ketika Maroko mendapat hadiah penalti pada menit ke-94 setelah Brahim Diaz dilanggar Malick Diouf di area terlarang saat situasi sepak pojok. Protes Senegal berlanjut hingga pelatih Pape Thiaw sempat menginstruksikan para pemainnya meninggalkan lapangan. Setelah laga tertunda sekitar 20 menit dan melalui peninjauan VAR, penalti tetap disahkan.
Namun, peluang emas Maroko terbuang sia-sia. Brahim Diaz yang maju sebagai eksekutor gagal mencetak gol setelah tendangan Panenka-nya berhasil digagalkan kiper Senegal, Edouard Mendy. Skor tetap 0-0 dan pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Senegal akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-94 babak tambahan. Berawal dari serangan balik cepat, Idrissa Gueye mengirim bola ke Pape Gueye yang melakukan penetrasi dari sisi kiri. Tanpa ragu, Pape Gueye melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur deras ke pojok atas gawang Maroko dan tak mampu dijangkau Bounou.
Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Senegal. Hingga peluit akhir dibunyikan, Maroko gagal menyamakan kedudukan. Senegal pun mengunci kemenangan 1-0 sekaligus memastikan gelar juara Piala Afrika 2025, sementara Maroko kembali harus menelan kekecewaan karena gagal mengakhiri puasa gelar sejak 1974. (balqis)


















Tinggalkan Balasan