Media Kampung – Paramount Pictures telah menuntaskan akuisisi Warner Bros. dengan nilai transaksi USD 110 miliar, menjadikannya sebagai nominal terbesar dalam sejarah Hollywood. Dengan akuisisi ini, sejumlah waralaba terkenal seperti Mission Impossible, Top Gun, Hogwarts, Westeros, dan Gotham kini berada di bawah satu atap, yaitu Skydance.

CEO David Ellison memimpin akuisisi ini, menjabat sebagai chairman dan CEO, bertanggung jawab atas strategi, kreatif, dan teknologi perusahaan. Ynon Kreiz, mantan CEO Mattel, ditunjuk sebagai co-CEO untuk menangani operasional harian dan integrasi kedua perusahaan. Sementara itu, CEO Warner Bros. Discovery (WBD), David Zaslav, dilaporkan akan meninggalkan perusahaan, dengan kabar bahwa ia membawa pulang lebih dari 550 juta dolar dalam bentuk saham dan tunai, termasuk pesangon tunai sebesar 34,2 juta.

Proses akuisisi ini tidak berjalan mulus. Sebelumnya, WBD sempat menggandeng Netflix, namun dewan WBD akhirnya menilai tawaran Paramount lebih menguntungkan dan kesepakatan definitif pun ditandatangani. Rintangan lain datang dari hukum, di mana Jaksa Agung California, Rob Bonta, bersama 11 jaksa agung lainnya, menggugat untuk menghentikan merger ini. Writers Guild of America (WGA) juga ikut menyampaikan gugatan. Proses akuisisi sempat tertunda dan Paramount terancam membayar fee kepada pemegang saham WBD jika transaksi tidak rampung sebelum 30 September.

Setelah bernegosiasi, Paramount akhirnya mencapai kesepakatan dengan para jaksa agung, dan Hakim Federal Araceli Martínez-Olguín menyetujui transaksi tersebut tanpa syarat pelepasan aset. Dalam kesepakatan ini, perusahaan gabungan berkomitmen untuk merilis minimal 30 film layar lebar dalam dua tahun pertama, dan 32 film untuk tiga tahun berikutnya. Selain itu, mereka juga diharuskan merilis setidaknya empat film independen setiap tahun dan menyediakan dana akuisisi film indie sebesar 5 juta dolar per tahun selama lima tahun ke depan.

Kabar ini memberikan kelegaan karena kekhawatiran utama dari merger ini adalah potensi penyusutan jumlah film yang tayang di bioskop.