Media Kampung – 30 Maret 2026 | Tasyi Athasyia, food vlogger terkenal, kembali menjadi sorotan publik menyusul perseteruan dengan keluarga menjelang Lebaran. Konflik itu dipicu oleh foto liburan yang menimbulkan reaksi keras dari beberapa pihak.
Ibu kandungnya, Tasya Farasya, mengaku mendapat teriakan dan menangis saat konfrontasi terjadi. “Saya dibentak, nangis,” ujarnya dalam sebuah curhat yang dipublikasikan di media sosial.
Selvi Salavia, sesama influencer, menanggapi insiden tersebut dengan sindiran tajam terhadap Tasyi. Ia menyebut tindakan Tasyi tidak mencerminkan nilai kebersamaan selama Hari Raya.
Meskipun situasi keluarga memanas, Tasyi tidak menghentikan aktivitasnya di platform digital. Ia tetap memposting konten kuliner dan fashion yang menarik banyak pengikut.
Pada hari yang sama, Tasyi membagikan serangkaian foto berbusana pastel yang mendapat pujian netizen. Gaya tersebut menampilkan kombinasi warna lembut seperti kuning pastel, rose gold, dan hijau mint.
Salah satu penampilan menampilkan kaftan kuning pastel dengan sentuhan Timur Tengah, cocok untuk acara kumpul keluarga. Potongan longgar tersebut diklaim memberikan kesan mewah sekaligus nyaman.
Tasyi juga memperlihatkan mermaid skirt berwarna rose gold yang dipadukan dengan hijab senada. Penampilannya dilengkapi outer elegan untuk menambah kesan formal.
Pilihan lain menonjolkan rok plisket dipadukan dengan kemeja putih dan ikat pinggang. Sepatu hak tinggi melengkapi siluet tubuh yang lebih jenjang.
Blouse dengan lengan puff dipasangkan bersama rok susun berlapis, menghasilkan tampilan feminin yang fresh. Gaya ini dianggap cocok untuk acara semi-formal di musim semi.
Pengikut Tasyi menilai konsistensi estetika pastelnya sebagai pelarian positif dari drama keluarga yang tengah berlangsung. Banyak yang menyebutkan inspirasi tersebut membantu mengurangi ketegangan emosional.
Sementara itu, Tasya Farasya tetap mengungkapkan rasa kecewa atas sikap Tasyi yang dianggapnya mengabaikan nilai keluarga. Ia menekankan pentingnya menghormati orang tua dalam setiap kesempatan.
Netizen membagi pendapat, sebagian menyayangkan konflik publik, sementara yang lain mendukung kebebasan berekspresi Tasyi. Diskusi tersebut menguat di kolom komentar Instagram dan Twitter.
Pakar media sosial menilai bahwa perdebatan keluarga selebriti sering kali menjadi konsumsi publik yang tak terhindarkan. Mereka menekankan perlunya batasan antara kehidupan pribadi dan eksposur publik.
Di sisi lain, industri fashion melihat peluang dari gaya pastel yang dipopulerkan Tasyi. Brand lokal melaporkan peningkatan permintaan produk berwarna serupa setelah postingannya viral.
Tasyi belum memberikan komentar resmi tentang tuduhan ibunya maupun sindiran Selvi. Namun ia terus mengunggah video memasak dan tutorial gaya.
Pada kesempatan berikutnya, Tasyi menyiapkan kolaborasi dengan desainer lokal untuk koleksi limited edition. Proyek tersebut dijadwalkan rilis menjelang Idul Fitri mendatang.
Konflik keluarga masih berlanjut, namun Tasyi tampak fokus pada karier digitalnya. Ia menegaskan bahwa karya kreatifnya akan tetap menjadi prioritas utama.
Situasi ini mencerminkan tantangan publik figur dalam mengelola hubungan pribadi dan ekspektasi penggemar. Kedepannya, perkembangan hubungan mereka akan terus dipantau.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan