Media Kampung – BYD Sealion 8 mulai menarik perhatian setelah unitnya tertangkap sedang menjalani uji jalan di Indonesia. Jika benar dipasarkan di Tanah Air, SUV ini akan menjadi model yang menarik untuk dibandingkan dengan BYD Sealion 7 yang sudah lebih dulu dijual resmi. Meski sama-sama menggunakan nama Sealion, BYD Sealion 8 dan Sealion 7 ternyata mempunyai karakter yang cukup berbeda.

Sealion 7 merupakan SUV listrik lima penumpang, sedangkan Sealion 8 dirancang sebagai SUV tiga baris dengan kapasitas hingga tujuh penumpang dan mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV) di pasar global.

Dimensi BYD Sealion 8 Lebih Besar

Perbedaan pertama yang langsung terlihat adalah dimensi. BYD Sealion 7 memiliki panjang 4.830 mm, lebar 1.925 mm, tinggi 1.620 mm dan wheelbase 2.930 mm. Sementara itu, Sealion 8 versi Australia memiliki panjang 5.040 mm, lebar 1.996 mm, tinggi 1.760 mm dan wheelbase 2.950 mm. Artinya, Sealion 8 lebih panjang 210 mm dan lebih lebar 71 mm dibanding Sealion 7. Jarak sumbu rodanya juga bertambah 20 mm.

Ukuran tersebut bukan sekadar membuat tampilan Sealion 8 lebih bongsor. Dimensi yang lebih besar memungkinkan BYD memberikan tiga baris kursi dengan konfigurasi 2-3-2 untuk menampung tujuh penumpang. Sebaliknya, Sealion 7 hanya memiliki dua baris kursi untuk lima penumpang. Jadi, dari sisi kapasitas kabin, Sealion 8 lebih diarahkan untuk konsumen yang membutuhkan SUV keluarga dengan ruang penumpang lebih banyak.

Sealion 7 Listrik Murni, Sealion 8 PHEV

Perbedaan paling penting justru berada di balik bodi. BYD Sealion 7 yang dijual di Indonesia merupakan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Mobil ini menggunakan Blade Battery berkapasitas 82,56 kWh dengan pilihan penggerak roda belakang pada varian Premium dan all-wheel drive pada varian Performance.

Sealion 7 Premium menghasilkan tenaga maksimum 230 kW atau sekitar 311 dk dengan torsi 380 Nm. Sementara varian Performance menghasilkan 390 kW atau sekitar 522 dk dengan torsi 690 Nm. Jarak tempuh NEDC yang diklaim masing-masing mencapai 567 km untuk Premium dan 542 km untuk Performance. Akselerasi 0-100 kpj juga sangat berbeda, yakni 6,7 detik pada Premium dan hanya 4,5 detik pada Performance.

Berbeda dengan Sealion 7, Sealion 8 versi global hadir menggunakan sistem plug-in hybrid. Artinya, mobil ini menggabungkan mesin bensin, motor listrik dan baterai yang bisa diisi ulang dari sumber listrik eksternal. Untuk versi yang dipasarkan di Selandia Baru, Sealion 8 tersedia dalam sistem DM-i berpenggerak roda depan serta DM-p dengan penggerak semua roda. Varian AWD menggunakan baterai 35,6 kWh dan mampu berjalan hingga 152 km dalam mode listrik berdasarkan siklus pengujian yang digunakan di pasar tersebut.

Menariknya, angka “8” pada nama Sealion 8 tidak otomatis berarti mobil tersebut lebih bertenaga. Justru, Sealion 7 yang merupakan mobil listrik murni menunjukkan performa yang lebih mengesankan dalam hal tenaga dibandingkan dengan Sealion 8 yang merupakan PHEV.