Media Kampung – Krisis pasokan RAM mulai memberikan dampak langsung terhadap harga HP, khususnya di segmen terjangkau. Samsung menaikkan harga sejumlah perangkat mereka di tengah keterbatasan komponen memori yang berpotensi meningkatkan biaya produksi.

Samsung Galaxy A17 5G kini dibanderol 270 dolar AS atau sekitar Rp4,83 juta, naik dari sebelumnya 200 dolar AS atau Rp3,58 juta. Harga tersebut bahkan sudah mengalami kenaikan pada Agustus lalu. Kenaikan juga berlaku untuk Galaxy A27 5G. Harganya kini menjadi 380 dolar AS atau sekitar Rp6,80 juta, dari sebelumnya 350 dolar AS atau Rp6,26 juta. Galaxy A37 5G naik dari 450 dolar AS atau sekitar Rp8,05 juta menjadi 490 dolar AS atau Rp8,77 juta. Adapun Galaxy A57 5G kini dihargai 600 dolar AS atau sekitar Rp10,73 juta, naik dari sebelumnya 550 dolar AS atau Rp9,84 juta. Dengan perubahan ini, seluruh lini Galaxy A tercatat lebih mahal dibandingkan harga sebelumnya.

Selain itu, Google juga menaikkan harga Pixel 10a. Ponsel tersebut pertama kali dipasarkan di Amerika Serikat dengan harga mulai 499 dolar AS atau sekitar Rp8,92 juta pada Maret. Kini, setelah mengalami kenaikan 100 dolar AS, harga Pixel 10a mencapai 599 dolar AS atau sekitar Rp10,72 juta. Penyesuaian harga juga terjadi di Kanada. Pixel 10a yang sebelumnya dibanderol 679 dolar Kanada atau sekitar Rp8,52 juta, kini mencapai 849 dolar Kanada atau sekitar Rp10,6 juta.

Kenaikan harga tersebut terjadi ketika industri teknologi menghadapi keterbatasan pasokan RAM. Komponen memori ini menjadi salah satu bagian penting dalam produksi smartphone, sehingga kelangkaan dapat meningkatkan biaya produksi perangkat. Prospek pasokan RAM juga masih belum sepenuhnya jelas. Salah satu skenario optimistis menyebut peningkatan produksi RAM di China berpotensi membantu memperbaiki kondisi pasokan dalam waktu sekitar satu tahun. Namun, ada pula perkiraan bahwa harga RAM dapat bertahan di level tinggi hingga 2030. Jika kondisi tersebut berlangsung lama, harga smartphone kelas terjangkau berpotensi terus mengalami tekanan.