Media Kampung – 17 April 2026 | BAZNAS menegaskan komitmen kuat untuk mendorong digitalisasi dan integrasi zakat nasional melalui penyusunan Rencana Strategis 2026-2031 yang menitikberatkan pada transparansi dan kesejahteraan umat.

Strategi jangka panjang tersebut dirancang untuk periode lima tahun, dimulai pada awal tahun 2026 dan berakhir pada akhir tahun 2031, dengan target utama memperluas jangkauan layanan zakat secara daring.

Digitalisasi mencakup pengembangan platform berbasis aplikasi mobile dan portal web yang memudahkan donatur maupun penerima zakat melakukan transaksi, pelaporan, serta monitoring secara real‑time.

Selain itu, BAZNAS akan memperkuat riset zakat melalui tim khusus yang akan mengkaji pola pemberian, kebutuhan penerima, serta dampak sosial‑ekonomi yang dihasilkan oleh program zakat.

Integrasi data zakat menjadi fokus utama, dimana BAZNAS berencana mengkonsolidasikan informasi dari lembaga amil zakat, yayasan, dan koperasi ke dalam satu basis data terpusat yang dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.

Upaya integrasi ini diharapkan meningkatkan akurasi distribusi, mengurangi duplikasi bantuan, serta mempercepat proses pencairan dana kepada mustahik yang paling membutuhkan.

“Digitalisasi dan integrasi data zakat adalah langkah strategis untuk memastikan setiap rupiah zakat dapat terukur, terpantau, dan tepat sasaran,” kata Ketua BAZNAS, Yusuf Mansur, dalam konferensi pers pada 15 Maret 2024.

Langkah ini muncul setelah BAZNAS mengidentifikasi tantangan lama, seperti fragmentasi data antara lembaga amil, kurangnya standar pelaporan, serta keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil.

Sejak akhir 2023, BAZNAS telah menguji coba sistem digital pada tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara, dengan hasil peningkatan partisipasi donatur daring sebesar 27 persen dan percepatan pencairan zakat sebesar 35 persen.

Ke depan, BAZNAS menargetkan peluncuran platform nasional pada kuartal kedua 2026, serta mengintegrasikan lebih dari 150 lembaga amil zakat ke dalam jaringan data terpusat sebelum akhir 2027.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.