Media Kampung – 11 April 2026 | Menteri Pertanian Zulhas Yusuf mengunjungi Koperasi SAE Pujon di Kabupaten Malang pada Senin siang, menekankan pentingnya peningkatan produksi susu segar nasional.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang evaluasi terhadap program pemerintah yang menargetkan ketahanan pangan melalui penguatan sektor peternakan.
Dalam turnya, Zulhas meninjau fasilitas pemrosesan susu milik koperasi yang baru dibangun dengan kapasitas 500 liter per hari.
Fasilitas itu memungkinkan peternak lokal mengirimkan susu mentah untuk dipasteurisasi dan dikemas secara higienis.
Ketua Koperasi SAE Pujon, H. Budi Santoso, menyambut baik dukungan pemerintah dan menyatakan produksi susu kini meningkat 35 persen dibanding tahun lalu.
Ia menambahkan bahwa anggota koperasi yang sebelumnya hanya menjual susu mentah kini dapat menjual produk olahan seperti susu UHT dan yoghurt.
Zulhas menegaskan bahwa hilirisasi produk susu merupakan kunci menambah nilai tambah bagi peternak kecil.
Ia menekankan perlunya investasi pada infrastruktur penyimpanan dingin serta pelatihan mutu bagi peternak.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyiapkan subsidi energi listrik bagi unit pemrosesan susu di wilayah pedesaan.
Kebijakan ini diharapkan menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar domestik.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan produksi susu nasional masih berada di bawah 1,5 juta ton per tahun, jauh dari target 2 juta ton.
Koperasi SAE Pujon menjadi contoh konkret bagaimana skala mikro dapat berkontribusi pada pencapaian target nasional.
Selama kunjungan, Zulhas juga meninjau kandang sapi perah yang dilengkapi dengan sistem pemberian pakan otomatis.
Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas susu per ekor hingga 12 liter per hari.
Peternak yang mengadopsi teknologi ini melaporkan peningkatan produksi sebesar 20 persen dalam tiga bulan pertama.
Menteri menekankan pentingnya adopsi teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan hasil produksi.
Ia juga mengingatkan pentingnya standar kebersihan dalam proses pemrosesan untuk memenuhi regulasi BPOM.
Koperasi SAE Pujon telah mendapatkan sertifikasi halal dan standar mutu internasional untuk produk susu olahannya.
Sertifikasi tersebut membuka peluang ekspor ke pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia.
Zulhas menyatakan pemerintah akan memfasilitasi akses pasar bagi produk olahan susu daerah melalui program promosi perdagangan.
Program tersebut mencakup pameran produk pertanian di beberapa kota besar serta bantuan branding bagi koperasi.
Dalam sambutan singkat, Zulhas menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan peternak sangat vital untuk ketahanan pangan.
Ia menambahkan bahwa dukungan kebijakan fiskal dan non-fiskal harus berkelanjutan.
Budi Santoso menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Menteri yang membantu mempercepat modernisasi usaha mereka.
Ia berharap kerja sama ini dapat direplikasi di koperasi lain di Jawa Timur.
Kunjungan ini juga dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Malang yang memaparkan rencana pembangunan jaringan distribusi susu ke sekolah-sekolah.
Program tersebut bertujuan menyediakan asupan gizi bagi anak-anak sekaligus menciptakan pasar baru bagi peternak.
Zulhas menegaskan pentingnya integrasi antara produksi, distribusi, dan konsumsi dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.
Ia menutup kunjungan dengan menekankan perlunya monitoring berkelanjutan terhadap kualitas susu dan kepatuhan standar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat rantai nilai susu nasional hingga 2028.
Koperasi SAE Pujon berkomitmen melanjutkan inovasi produk serta memperluas jaringan pemasaran.
Pemerintah berharap model ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi peternakan lokal.
Dengan sinergi antara kebijakan, teknologi, dan kemitraan, diharapkan produksi susu nasional dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan