Media Kampung – 07 April 2026 | Jakarta, Pertamina mengumumkan rencana melonggarkan mekanisme pembayaran avtur bagi maskapai penerbangan dalam rangka mengurangi beban biaya operasional.
Menteri BUMN Airlangga Hartarto menyampaikan kebijakan ini dalam konferensi pers resmi pada Senin.
Langkah tersebut diambil menyusul lonjakan harga minyak dunia yang menekan profitabilitas industri penerbangan.
Avtur, atau bahan bakar turbin penerbangan, merupakan komponen utama dalam operasional pesawat komersial di Indonesia.
Saat ini maskapai diwajibkan membayar avtur secara tunai atau melalui kredit jangka pendek, menambah tekanan likuiditas.
Relaksasi yang diusulkan mencakup perpanjangan jangka waktu pembayaran hingga 90 hari.
Pertamina juga mempertimbangkan pemberian diskon tambahan bagi maskapai yang menandatangani kontrak jangka panjang.
Airlangga menegaskan kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala.
Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat menstabilkan tarif penerbangan yang terancam naik.
Kenaikan harga avtur pada kuartal pertama tahun ini mencapai 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak mentah internasional serta penyesuaian nilai tukar rupiah.
Beberapa maskapai domestik melaporkan penurunan margin laba akibat peningkatan biaya bahan bakar.
Dengan mengurangi tekanan pembayaran, maskapai dapat menyalurkan dana ke pemeliharaan pesawat atau peningkatan layanan.
Dalam pertemuan dengan asosiasi maskapai, Airlangga menyatakan Pertamina siap menyesuaikan syarat pembayaran sesuai kebutuhan masing-masing.
Asosiasi Penerbangan Indonesia (APINDO) menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan dukungan penuh.
Ketua APINDO, Raden Satria, mengatakan langkah ini memberikan ruang bernapas bagi industri penerbangan yang sedang berjuang.
Pihak industri menekankan pentingnya kepastian regulasi jangka panjang untuk menghindari ketidakpastian pasar.
Analisis ekonomi mencatat bahwa kebijakan relaksasi pembayaran dapat menunda dampak inflasi pada harga tiket.
Perusahaan minyak mengindikasikan kebijakan ini tidak akan mengurangi pendapatan secara signifikan karena volume penjualan tetap tinggi.
Airlangga menutup pertemuan dengan harapan kebijakan ini dapat diimplementasikan secepatnya dan memberikan manfaat bagi semua pemangku kepentingan.
Kebijakan ini diharapkan menjadi bagian dari rangkaian langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor transportasi udara.
Dengan dukungan kebijakan fiskal dan moneter, industri penerbangan Indonesia dapat tetap kompetitif di pasar regional.
Pertamina berkomitmen mendukung maskapai melalui penyesuaian pembayaran avtur di tengah tekanan harga minyak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan