Media Kampung – 06 April 2026 | Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa inflasi bulanan di tiga provinsi Sumatera yang sebelumnya terkena bencana menunjukkan perbaikan signifikan pada bulan ini.

Provinsi yang dimaksud adalah Aceh, North Sumatra, dan West Sumatra, yang masing-masing mengalami banjir dan tanah longsor pada akhir tahun lalu.

Data Badan Pusat Statistik mencatat laju inflasi di Aceh turun menjadi 2,8 persen, di North Sumatra menjadi 3,1 persen, dan di West Sumatra menjadi 2,9 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Tito Karnavian menekankan bahwa penurunan tersebut mencerminkan stabilitas harga dan perbaikan distribusi barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak.

Sebelumnya, bencana alam menyebabkan gangguan rantai pasokan, sehingga harga beras, sayur, dan bahan bakar sempat melonjak di pasar tradisional.

Pemerintah pusat dan daerah melakukan intervensi dengan menyalurkan bantuan logistik, membuka jalur distribusi darurat, serta menambah pasokan melalui program subsidi dan bantuan sosial.

Intervensi tersebut membantu menurunkan tekanan permintaan pada komoditas kritis, sehingga produsen dapat menyesuaikan penawaran tanpa menimbulkan inflasi berlebih.

Selain itu, peningkatan koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Perdagangan mempercepat alur distribusi barang ke titik-titik terdampak.

Ekonom senior Universitas Sumatera Utara, Dr. Ahmad Suryadi, menilai perbaikan inflasi sebagai indikator bahwa kebijakan penanganan bencana sudah mulai efektif.

Ia menambahkan bahwa pemulihan ekonomi mikro, terutama pada sektor pertanian, berperan penting dalam menstabilkan harga pangan.

Secara nasional, inflasi tetap berada pada level terendah dalam lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa dinamika regional tidak menggoyahkan tren makroekonomi.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memantau harga dan memastikan pasokan barang tetap lancar, khususnya di wilayah rawan bencana.

Dengan perbaikan inflasi ini, harapan masyarakat di tiga provinsi Sumatera terhadap pemulihan ekonomi menjadi lebih optimis, meski tantangan rehabilitasi infrastruktur masih harus diatasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.