Media Kampung – 04 April 2026 | Pegadaian mengumumkan harga beli kembali (buyback) emas pada Kamis, 2 April 2026, dengan dua merk utama, Galeri24 dan UBS, menunjukkan kenaikan, sementara harga emas Antam tetap tidak berubah.
Harga jual per gram pada hari itu tercatat Rp2.895.000 untuk Galeri24 dan Rp2.910.000 untuk UBS, naik masing-masing sekitar Rp5.000‑Rp7.000 dibandingkan hari sebelumnya. Harga emas Antam dipertahankan pada Rp3.039.000 per gram, tanpa ada penyesuaian.
Buyback yang ditawarkan Pegadaian berada di bawah harga jual, yakni Rp2.845.000 untuk Galeri24, Rp2.860.000 untuk UBS, dan Rp2.990.000 untuk Antam, mencerminkan selisih standar sekitar 1,7‑2,0 persen.
Seorang juru bicara Pegadaian, Budi Santoso, menjelaskan bahwa kenaikan pada Galeri24 dan UBS dipicu oleh penyesuaian nilai tukar dolar Amerika serta ekspektasi suku bunga global yang masih tinggi. “Kami menyesuaikan harga secara real‑time untuk mencerminkan dinamika pasar,” ujarnya.
Para pelaku pasar mencatat bahwa pergerakan harga emas hari ini dipengaruhi oleh penguatan dolar AS serta data inflasi Amerika yang menunjukkan tekanan pada kebijakan moneter. Faktor‑faktor tersebut mendorong permintaan safe‑haven, tetapi juga menekan profitabilitas penjual emas lokal.
Data hari berikutnya, pada Jumat 3 April 2026, menunjukkan penurunan harga untuk ketiga merk, dengan Galeri24 turun menjadi Rp2.903.000, UBS Rp2.917.000, dan Antam Rp3.039.000. Pada Sabtu 4 April, semua tiga merk kembali mengalami penurunan lebih lanjut, menandakan tren penurunan harga emas di pasar domestik.
Analis pasar logam mulia, Rina Pratama, menilai bahwa kenaikan singkat pada Galeri24 dan UBS pada 2 April bersifat sementara, mengingat tekanan nilai tukar dan ekspektasi suku bunga yang masih kuat. Ia menambahkan bahwa Antam cenderung stabil karena dukungan kebijakan pemerintah terhadap logam negara.
Secara keseluruhan, harga jual emas di Pegadaian pada 2 April 2026 menunjukkan perbedaan perilaku antar merk, dengan Galeri24 dan UBS mengalami kenaikan kecil sementara Antam tetap stabil, dan buyback tetap berada di level yang wajar bagi investor yang ingin likuiditas cepat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan