Media Kampung – 02 April 2026 | Pegadaian mencatat kenaikan signifikan harga emas Antam pada Kamis, 2 April 2026, dengan harga per gram melampaui tiga juta rupiah, menandai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Data resmi Sahabat Pegadaian menunjukkan harga akhir hari sebesar Rp 3.039.000 per gram, naik Rp 78.000 dibandingkan penutupan Rabu, sehingga investor ritel memperoleh sinyal bullish pada pasar logam mulia domestik.

Kenaikan serupa juga terjadi pada produk logam mulia UBS dan Galeri24 yang diperdagangkan oleh Pegadaian, menegaskan tren naik yang meluas di semua segmen emas batangan.

Emas UBS tercatat Rp 2.928.000 per gram, naik Rp 66.000, sementara Galeri24 berharga Rp 2.915.000 per gram, naik Rp 64.000, menambah variasi pilihan bagi nasabah dengan budget berbeda.

Pergerakan harga ini terjadi bersamaan dengan penguatan harga emas dunia pada sesi keempat berturut‑turut, di mana spot gold naik 2,5 % menjadi US$ 4.784,22 per ounce, tertinggi sejak 19 Maret 2026.

Penguatan tersebut dipicu oleh melemahnya dolar AS dan peredaan ketegangan sementara di Timur Tengah, faktor yang meningkatkan permintaan pelindung nilai di kalangan investor global.

Di pasar domestik, perbedaan harga antara merek UBS, Antam, dan Galeri24 tetap mencerminkan perbedaan sertifikasi, reputasi, serta biaya produksi masing‑masing produsen.

Antam, sebagai BUMN dengan sertifikasi LBMA, biasanya diperdagangkan dengan premi lebih tinggi dibandingkan UBS yang bersertifikat nasional, sementara Galeri24 mengandalkan sertifikasi SNI dan standar ISO untuk menjustifikasi harganya.

Pegadaian menyediakan emas Antam dalam satuan 0,5 gram hingga 100 gram, sementara UBS dapat dibeli antara 0,5 gram hingga 500 gram, dan Galeri24 tersedia hingga satu kilogram, memberi fleksibilitas bagi investor ritel dengan modal terbatas.

Rentang kuantitas ini memungkinkan nasabah menyesuaikan alokasi dana secara granular, tanpa harus menahan beban logistik emas dalam jumlah besar.

Analis pasar logam mulia, Budi Santoso, menilai bahwa tren kenaikan masih berlanjut asalkan dolar tidak menguat kembali, dengan level support penting di sekitar US$ 4.587 per ounce dan resistance di US$ 4.626 per ounce.

Secara teknikal, indikator RSI 14‑hari berada di angka 51, menandakan kondisi pasar masih netral namun mengarah bullish, sementara Stochastic RSI telah menyentuh level 100, mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek.

Investor yang mempertimbangkan pembelian emas fisik di Pegadaian disarankan memantau pembaruan harga secara berkala karena fluktuasi dapat terjadi dalam hitungan jam, terutama menjelang penutupan pasar.

Pegadaian memperbarui harga Antam setelah pukul 08.30 WIB setiap hari, sehingga nasabah dapat mengambil keputusan investasi dengan data terkini.

Pegadaian juga menyesuaikan tarif Tabungan Emas, dengan nilai saldo per gram Antam naik sejalan dengan harga pasar, memungkinkan nasabah menambah atau menarik dana tanpa harus membeli fisik secara langsung.

Dengan harga Antam kini menembus batas tiga juta per gram, logam mulia tetap menjadi instrumen utama untuk melindungi nilai aset di tengah inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan.

Para nasabah diharapkan menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai profil risiko masing‑masing, sambil terus memantau perkembangan harga global dan kebijakan moneter internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.