Media Kampung – 31 Maret 2026 | Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan target pertumbuhan ekonomi nasional mendekati enam persen pada akhir tahun 2026, serta menyatakan bahwa bila pencapaian di bawah angka itu, ia dapat diminta mengundurkan diri.

Pernyataan tersebut disampaikan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, setelah menanyakan prediksi sektor swasta yang berkisar 5,7 persen; Purbaya menilai angka di atas 5,5 persen sudah memuaskan dalam kondisi saat ini.

Ia menolak anggapan bahwa Indonesia berada dalam krisis ekonomi, menyoroti peningkatan daya beli konsumen yang terus berlanjut.

“Siapa yang bilang krisis? Di mana‑mana macet, orang belanja. Artinya daya beli masih ada,” ujar Purbaya secara singkat.

Pada saat yang sama, sebuah video yang beredar di Facebook mengklaim bahwa Purbaya mengusulkan agar koruptor tidak hanya dipenjara, melainkan juga dimiskinkan dan asetnya dirampas.

Tim verifikasi fakta Tirto memeriksa video tersebut dan menemukan indikasi kuat bahwa konten audio‑visualnya dihasilkan atau dimodifikasi dengan teknologi kecerdasan buatan, dengan probabilitas manipulasi mencapai 99,9 persen.

Analisis teknis mengidentifikasi ketidaksesuaian gerak bibir, intonasi suara, dan ekspresi wajah yang tidak natural, ciri khas deepfake berbasis AI.

Tirto juga melacak akun yang mengunggah video, menemukan bahwa akun tersebut memiliki 319 ribu pengikut namun bukan akun resmi Kementerian Keuangan; akun resmi kementerian hanya ada di Instagram dan TikTok dengan nama @menkeuri.

Kementerian Keuangan secara resmi menolak tuduhan tersebut, menegaskan bahwa tidak ada pernyataan resmi dari Purbaya mengenai pemiskinan koruptor, dan menilai video itu tidak sah.

Video itu telah mengumpulkan 262 ribu suka, 65,8 ribu komentar, 8,9 ribu bagikan, serta diputar lebih dari enam juta kali, menunjukkan penyebaran luas meski tidak berdasar.

Reaksi publik beragam, namun sebagian besar komentar mengkritik penyebaran informasi palsu yang dapat menodai persepsi kebijakan ekonomi pemerintah.

Purbaya menekankan bahwa fokus kebijakannya tetap pada konsolidasi fiskal, reformasi perpajakan, dan dukungan terhadap konsumsi rumah tangga.

Data terbaru menunjukkan permintaan domestik meningkat, inflasi melandai, dan investasi tetap stabil, yang menurut ekonom mendukung prospek pertumbuhan mendekati enam persen.

Para analis menambahkan bahwa pencapaian target tersebut bergantung pada investasi swasta yang berkelanjutan serta permintaan global yang tidak bergejolak.

Menteri menutup dengan mengingatkan bahwa kegagalan mencapai target pertumbuhan dapat memicu tekanan politik, namun menegaskan bahwa pencapaian tersebut memerlukan kerja sama semua pihak.

Dengan target enam persen yang dipertahankan, penolakan terhadap rumor krisis, dan klarifikasi atas hoaks video AI, pemerintah berupaya menjaga kepercayaan publik terhadap arah perekonomian nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.