Banyuwangi – Libur panjang Isra Miraj 2026 menjadi berkah tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banyuwangi. Meningkatnya arus wisatawan ke Bumi Blambangan berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal, terutama di kawasan-kawasan wisata favorit.
Sejumlah sektor usaha mencatat lonjakan penjualan yang signifikan dibandingkan hari biasa. Kondisi ini kembali menegaskan peran strategis sektor pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan di wilayah ujung timur Pulau Jawa.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan langsung dampak positif tersebut adalah Anom Wahyu K, pemilik usaha kuliner Morisuki Grill and Suki asal Kecamatan Kabat. Selama periode long weekend Isra Miraj, ia mengaku omzet penjualannya meningkat hingga dua kali lipat.
Anom membuka lapak di kawasan Pantai Boom Marina, yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Ramainya pengunjung yang bersantai di tepi pantai turut mendongkrak penjualan produk grill dan suki yang ia tawarkan.
Pada hari biasa, omzet harian Anom berkisar Rp400 ribu, sebagian besar berasal dari layanan home service. Namun selama libur panjang, pendapatannya melonjak hingga sekitar Rp900 ribu per hari.
Meningkatnya transaksi UMKM tak lepas dari tingginya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan Banyuwangi. Selain Pantai Boom Marina, kawasan seperti Kawah Ijen, Pulau Merah, Bangsring Underwater, Grand Watudodol, hingga Pulau Tabuhan tetap menjadi magnet utama wisatawan.
Kepadatan pengunjung di lokasi-lokasi tersebut menciptakan peluang pasar yang besar bagi UMKM, mulai dari kuliner, suvenir, hingga jasa pendukung wisata.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, menyambut positif geliat ekonomi yang dirasakan pelaku UMKM selama libur panjang.
Ia menyebut kepercayaan wisatawan terhadap produk lokal menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Banyuwangi.
Pemerintah daerah berharap momentum ini dimanfaatkan sebagai pemicu semangat bagi pelaku wisata dan UMKM untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan produk agar semakin kompetitif.
Lonjakan omzet UMKM selama libur Isra Miraj menjadi gambaran nyata bahwa pariwisata Banyuwangi tidak hanya menguntungkan sektor formal, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat kecil.
Dengan dukungan destinasi yang terus berkembang dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku wisata, serta UMKM, Banyuwangi dinilai memiliki potensi besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.


















Tinggalkan Balasan