Harga emas Antam hari ini kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk menguat signifikan seiring lonjakan harga emas dunia yang dipicu meningkatnya ketidakpastian global.

Pada Rabu (21/01/2026), harga emas Antam dipatok Rp2.772.000 per gram. Nilai tersebut melonjak Rp35.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya dan menjadi level tertinggi yang pernah dicapai.

Kenaikan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Antam menetapkan harga buyback di Rp2.612.000 per gram, naik Rp34.000 dari hari sebelumnya dan kembali mencetak rekor baru.

Penguatan harga emas Antam tak lepas dari lonjakan harga emas global. Di pasar spot, harga emas dunia ditutup di level US$4.758,6 per troy ons, menguat 1,73% dibandingkan hari sebelumnya dan mencatatkan all time high.

Ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang mendorong reli harga emas. Pasar tengah mencermati respons negara-negara Eropa terhadap ancaman tarif bea masuk dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sejumlah negara di kawasan tersebut menentang rencana AS terkait Greenland, yang dibalas dengan ancaman pengenaan tarif hingga 25%.

Selain Eropa, perhatian investor juga tertuju ke Asia, khususnya Jepang. Lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal. Yield obligasi tenor 40 tahun dilaporkan menembus level 4%, tertinggi sejak pertama kali diterbitkan pada 2007.

Rencana pemotongan pajak yang dicanangkan Perdana Menteri Jepang dinilai berpotensi menambah tekanan fiskal karena pembiayaannya diperkirakan bergantung pada penerbitan obligasi baru, yang responsnya kurang positif di pasar.

Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, emas kembali menegaskan posisinya sebagai aset lindung nilai. Investor cenderung mengalihkan portofolio ke emas untuk menjaga nilai kekayaan di tengah volatilitas pasar global. (balqis)