Tarif Tol Bandara Soekarno-Hatta atau Tol Sedyatmo resmi mengalami penyesuaian dan mulai berlaku pada Senin (5/01/2026) pukul 00.00 WIB. Penyesuaian tarif ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor 1325/KPTS/M/2025 tertanggal 25 November 2025 tentang penetapan golongan jenis kendaraan bermotor dan penyesuaian tarif tol pada ruas Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo.
PT Jasa Marga menyampaikan bahwa penyesuaian tarif Tol Bandara Soekarno-Hatta dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kepastian pengembalian investasi badan usaha jalan tol sesuai rencana bisnis yang telah ditetapkan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menciptakan iklim investasi jalan tol yang kondusif serta mempertahankan dan meningkatkan tingkat pelayanan kepada pengguna jalan.
Sebagai akses utama menuju bandara tersibuk di Indonesia, Jalan Tol Sedyatmo memegang peran strategis dalam menghubungkan sejumlah ruas tol utama, antara lain Cawang–Tomang–Pluit, Cawang–Tanjung Priok–Pluit, Jalan Tol Lingkar Barat atau JORR W1, serta ruas Cengkareng–Batuceper–Kunciran yang terhubung dengan JORR II.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, volume kendaraan yang melintas di Tol Bandara Soekarno-Hatta tercatat mencapai 79.635.889 kendaraan. Angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang cepat dan andal menuju Jakarta maupun Bandara Soekarno-Hatta.
Adapun penyesuaian tarif Tol Bandara Soekarno-Hatta yang mulai diberlakukan pekan depan mencakup sejumlah golongan kendaraan. Tarif untuk kendaraan Golongan I tetap sebesar Rp8.500. Sementara itu, Golongan II dan III masing-masing menjadi Rp11.500 dari sebelumnya Rp11.000. Untuk Golongan IV dan V, tarif disesuaikan menjadi Rp12.500 dari sebelumnya Rp12.000.
Di sisi lain, Jasa Marga menegaskan bahwa sepanjang 2025 pihaknya terus melakukan penguatan layanan operasional dan pemeliharaan jalan tol. Berbagai peningkatan kualitas pelayanan telah dilakukan, terutama pada sektor lalu lintas, salah satunya melalui modifikasi Gerbang Semi Otomatis menjadi Gerbang Tol Otomatis.
Selain peningkatan sistem transaksi, perusahaan juga melakukan peremajaan hydrant, pembaruan papan nama gerbang tol, renovasi ruang server, serta penambahan sarana pengaturan lalu lintas seperti rubber cone dan water barrier guna menunjang keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (balqis).


















Tinggalkan Balasan