Gelombang BLT Kesra cair sebesar Rp900 ribu kembali dirasakan warga di berbagai daerah sejak Kamis (4/12/2025). Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan bahwa dana bantuan telah masuk ke rekening mereka, terutama bagi pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI.
Informasi mengenai pencairan ini beredar luas setelah beberapa kanal pemerhati bantuan sosial, termasuk Arfan Saputra Channel, menyampaikan bahwa banyak KPM pemegang KKS baru—termasuk mereka yang menerima kartu peralihan dari Kantor Pos pada Oktober—sudah mendapatkan dana mulai pagi hingga siang hari. Informasi tersebut membuat banyak penerima langsung memeriksa saldo, terlebih karena bukti transaksi menunjukkan waktu masuknya dana berbeda di setiap wilayah.
Di Jakarta Selatan, seorang penerima melaporkan bahwa dana BLT Kesra Rp900 ribu masuk pada pukul 12.42 WIB. Penerima tersebut diketahui sebagai KPM dengan KKS baru yang diterbitkan pada 1 Oktober, sehingga memperkuat indikasi bahwa kelompok ini menjadi salah satu prioritas pencairan pada gelombang hari ini.
Situasi serupa juga dilaporkan di Probolinggo. Beberapa warga dengan KKS baru mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima pencairan perdana BLT Kesra dengan nominal yang sama, Rp900 ribu. Pola distribusi ini menunjukkan bahwa penyaluran bantuan berlangsung merata untuk kategori penerima peralihan di sejumlah wilayah.
Dari Kediri, Jawa Timur, laporan masuk sekitar pukul 11.15 WIB. Seorang penerima menyampaikan bahwa meskipun sempat mengalami kendala saat mencoba mengecek bantuan lain seperti BPNT Murni, hal itu tidak memengaruhi hak mereka atas BLT Kesra. Banyak KPM tetap menerima dana meski aplikasi atau status digital belum sepenuhnya menampilkan informasi pencairan.
Selain tiga wilayah tersebut, laporan tambahan terus berdatangan dari berbagai daerah. Arus pencairan yang terjadi serentak membuat banyak penerima mendatangi ATM atau menggunakan layanan mobile banking untuk memastikan dana mereka telah masuk.
Hingga sore hari, antusiasme KPM masih terlihat tinggi, terutama dari kelompok pemegang KKS baru yang menjadi fokus utama pencairan gelombang ini. Pemerintah disebut terus mengupayakan kelancaran proses distribusi, sementara masyarakat diminta memantau saldo secara berkala agar tidak melewatkan jadwal pencairan masing-masing. (balqis)
















