Media Kampung – 06 April 2026 | Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, beserta Gubernur dan Wakil Gubernur Samarkand pada Sabtu malam di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pertemuan menandai langkah konkret dalam memperkuat hubungan bilateral di bidang budaya dan wisata religi.

Delegasi Uzbekistan tidak hanya mewakili pemerintah provinsi, melainkan juga melibatkan imam Masjid Imam Bukhari serta akademisi dari Rhodes University. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan perwakilan ulama dari berbagai pesantren untuk memperdalam dialog keagamaan.

Khofifah menekankan kedekatan historis antara Jawa Timur dan Samarkand yang berakar pada penyebaran Islam melalui tokoh-tokoh seperti Sunan Giri, putra Maulana Ishaq yang diyakini berasal dari Samarkand. Ia menambahkan bahwa Sunan Gresik, Maulana Malik Ibrahim, juga memiliki ikatan kuat dengan wilayah tersebut.

“Koneksi spiritual antara Jawa Timur dan Samarkand sudah ada sejak abad ke-14, sehingga kolaborasi budaya dan religi menjadi natural,” kata Khofifah dalam sambutannya.

Untuk menyiapkan kerjasama jangka panjang, pemerintah provinsi melibatkan agen perjalanan lokal guna mengeksplorasi paket wisata yang menghubungkan destinasi di Jawa Timur dengan situs-situs suci di Samarkand. Peluang tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan ziarah.

Delegasi Uzbekistan juga menyatakan minat pada pengembangan penerbangan langsung (direct flight) antara Indonesia dan Samarkand atau Tashkent. Khofifah menyambut inisiatif itu sebagai faktor penggerak utama dalam memperlancar mobilitas wisatawan dan akademisi.

“Jika konektivitas udara terjalin, masyarakat Jawa Timur yang tergabung dalam tarekat Qodiriyah dan Naqsyabandiyah akan lebih mudah melakukan ziarah ke makam Imam Bukhari,” jelasnya.

Pemerintah pusat Indonesia sedang meninjau proposal penerbangan langsung tersebut bersama Kedutaan Besar Uzbekistan, yang diharapkan dapat dimulai dalam satu hingga dua tahun ke depan. Implementasi rute langsung diperkirakan akan menambah volume kunjungan tahunan secara signifikan.

Selain aspek transportasi, Khofifah menekankan pentingnya pertukaran akademik antara universitas di Jawa Timur dan institusi pendidikan di Samarkand. Ia mengajak pihak Uzbekistan untuk menyelenggarakan seminar bersama tentang hadis Shahih Imam Bukhari.

“Kita dapat mengoptimalkan keunggulan pesantren Jawa Timur dalam kajian hadis, sementara rekan kami di Samarkand memberikan perspektif historis yang mendalam,” ujar Khofifah.

Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, menyambut baik kesempatan untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata melalui kolaborasi ini. Ia menegaskan niatnya untuk mengundang lebih banyak wisatawan Jawa Timur ke situs-situs bersejarah di Uzbekistan.

“Saya memilih untuk mengunjungi Jawa Timur terlebih dahulu sebelum ke Jakarta, karena ingin berziarah ke makam Maulana Malik Ibrahim,” kata Boboev dalam penutup pertemuan.

Kedua belah pihak sepakat untuk menyusun roadmap kerja sama yang mencakup promosi bersama, penyusunan paket wisata tematik, serta pelatihan sumber daya manusia di sektor pariwisata. Tim kerja gabungan akan bertemu secara berkala selama enam bulan ke depan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan anggaran awal untuk mendukung kegiatan promosi budaya, termasuk festival pertukaran seni tradisional antara Jawa Timur dan Samarkand. Festival tersebut direncanakan dilaksanakan pada tahun 2027.

Dalam rangka memperkuat dialog keagamaan, beberapa ulama senior Jawa Timur diundang untuk berpartisipasi dalam seminar lintas negara yang akan diadakan di Surabaya. Diskusi akan mencakup tema “Warisan Spiritual Samarkand dalam Konteks Nusantara.”

Penguatan jaringan wisata religi diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah pedesaan di Jawa Timur, terutama melalui peningkatan pendapatan homestay, kuliner lokal, dan kerajinan tangan. Analisis awal menunjukkan potensi pertumbuhan sebesar 12 persen dalam tiga tahun pertama.

Media lokal melaporkan antusiasme tinggi dari masyarakat Surabaya yang menyaksikan kunjungan delegasi Uzbekistan, termasuk kesempatan melihat kalimas di malam hari yang diatur khusus bagi tamu istimewa. Acara tersebut menambah nuansa budaya dalam pertemuan resmi.

Seluruh agenda pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, menegaskan komitmen kedua pemerintah provinsi untuk menjalin hubungan yang berkelanjutan. Khofifah menutup pertemuan dengan harapan hasil kunjungan dapat direalisasikan secepatnya.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kerjasama antar wilayah dapat melampaui batas geografis dan memperkaya warisan budaya serta spiritual bangsa. Pemerintah Jawa Timur berjanji akan terus memfasilitasi inisiatif serupa di masa mendatang.

Dengan langkah konkret dan dukungan kebijakan, diharapkan wisata religi antara Jawa Timur dan Samarkand akan menjadi model kolaborasi regional yang dapat direplikasi oleh provinsi lain di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.