Media Kampung – 02 April 2026 | Pada Rabu 1 April 2026, Aula Kecamatan Glagah menyelenggarakan acara Halal Bihalal yang dihadiri oleh tokoh budaya dan pejabat setempat.

Acara tersebut menampilkan penari tradisional Seblang Olehsari, Sayu Apriliani, bersama para pelestari adat dari wilayah Glagah.

Peserta antara lain Plt Camat Glagah Ali Imron, Kapolsek Glagah Iptu Edy Jaka Sufa’at, perwakilan koramil, kepala KUA, serta jajaran pimpinan MUI, NU, Muhammadiyah, dan LDII.

Kehadiran Ketua Dharma Wanita, Ketua Bhayangkari Kecamatan, dan tokoh perempuan menambah representasi kelompok masyarakat.

Ali Imron menekankan tema acara, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui kebersamaan serta saling memaafkan.

Ia mengutip hadis Nabi yang menyatakan bahwa silaturahmi memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.

‘Sebagai Camat baru, saya melihat acara ini sebagai sarana memperkuat persaudaraan antarwarga,’ ujar Ali Imron.

Ia menambahkan bahwa pengalaman bersilaturahmi di ritual Barong Ider Bumi Desa Kemiren memperkaya pemahamannya tentang budaya lokal.

Ali Imron berharap kepala desa yang memiliki ritual adat dapat mengundang kecamatan untuk berpartisipasi secara rutin.

‘Semua yang hadir adalah supertim yang menentukan arah pembangunan Kecamatan Glagah,’ tegasnya.

Penari Seblang Olehsari diundang karena tradisi tersebut telah dikenal hingga mancanegara.

Ali Imron melaporkan bahwa wisatawan asal Korea, Jepang, dan Meksiko menyaksikan pertunjukan dan mendokumentasikannya untuk disebarkan di negara masing‑masing.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memberikan bingkisan kepada para pelaku adat.

‘Kami mendoakan semua pelestari budaya agar selalu sehat, sukses, dan bahagia,’ tambah Ali Imron.

Kapolsek Glagah Iptu Edy Jaka Sufa’at mengakui masih ada kekurangan dalam pelayanan kepolisian.

Ia berjanji akan terus memperbaiki kinerja demi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wilayah Glagah juga memiliki potensi wisata alam dan kuliner yang menarik bagi pengunjung.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama‑sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah.

‘Tanpa dukungan semua elemen, kami tidak dapat menciptakan kamtibmas yang baik,’ ujar Kapolsek.

Acara diakhiri dengan doa bersama yang memohon kelancaran dan keberkahan bagi seluruh warga Glagah.

Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat jaringan sosial antarwarga.

Keberadaan penari Seblang Olehsari menegaskan pentingnya seni tradisional dalam memperkuat identitas daerah.

Para peserta menilai bahwa dialog antar‑agama dan budaya dapat meningkatkan toleransi dan rasa saling menghormati.

Pengunjung asing yang hadir menambah nilai internasional bagi tradisi Seblang Olehsari.

Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain dalam mengintegrasikan budaya ke dalam acara sosial.

Selain itu, acara ini memperlihatkan sinergi antara aparat pemerintah, kepolisian, dan organisasi keagamaan.

Ali Imron menutup dengan harapan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan setiap tahun.

Ia menegaskan bahwa kebersamaan dan maaf menjadi landasan utama dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Dengan dukungan semua pihak, diharapkan Glagah dapat terus berkembang sebagai daerah yang berbudaya dan aman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.