Media Kampung – 31 Maret 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal sebagai Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik pada Senin, 30 Maret 2026, dalam rangka Kolaborasi Program Prioritas Presiden. Kedatangan beliau disambut di Aula Mandala Bhakti Praja oleh pejabat daerah dan perwakilan masyarakat setempat.
Acara pembukaan menampilkan penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik, meliputi paduan suara, pembacaan puisi, serta pidato dalam empat bahasa asing: Inggris, Arab, Tagalog, dan Prancis. Penampilan tersebut dirancang untuk menegaskan kompetensi multibahasa generasi muda dari daerah miskin.
Para siswa menyampaikan pidato dengan percaya diri dan kelancaran, membuat suasana menjadi hening penuh konsentrasi. Respons penonton menunjukkan rasa takjub atas kemampuan berbahasa yang biasanya tidak diasosiasikan dengan sekolah rakyat.
Penampilan itu menegaskan bahwa potensi akademik tidak terbatas pada latar belakang ekonomi, melainkan dapat muncul di lingkungan yang belum pernah terjangkau program pembangunan sebelumnya. Gus Ipul menekankan pentingnya membuka peluang bagi anak‑anak yang selama ini terpinggirkan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat ditujukan khusus bagi anak‑anak yang berada pada desil 1 dan 2 sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia menambahkan bahwa seleksi harus ketat agar manfaat tepat sasaran.
Ia mencontohkan bahwa setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh Bantuan Pangan Non‑Tunai (BPNT) satu keluarga, serta program lain yang meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh. Pendekatan ini bertujuan menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian ekonomi.
Gus Ipul menegaskan bahwa data DTSEN bersifat dinamis; setiap hari terdapat perubahan demografis seperti kelahiran, kematian, pernikahan, atau migrasi yang harus dicatat secara real‑time. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar tidak menganggap data tersebut statis.
Ia menyerukan pemerintah daerah Gresik, operator data, dan pilar sosial untuk terus melakukan pemutakhiran data, selaras dengan Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2025 yang menugaskan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pengelola data tunggal. Upaya ini diharapkan menghilangkan duplikasi dan meningkatkan akurasi penyaluran bantuan.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, melaporkan bahwa Kabupaten Gresik telah melaksanakan ground check bersama BPS untuk menyesuaikan penetapan desil dengan kondisi lapangan, khususnya bagi kelompok masyarakat desil 1‑4. Ia menegaskan kolaborasi ini penting untuk menyalurkan bantuan secara tepat.
Sebagai bagian dari kunjungan, Gus Ipul menyalurkan bantuan kewirausahaan senilai Rp 391.853.366 kepada 75 orang tua siswa SRMA 37, dengan penyerahan simbolis dilakukan oleh lima orang tua perwakilan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memicu usaha mikro dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Kunjungan berakhir dengan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat jaringan pendidikan dan program sosial yang menembus lapisan masyarakat paling rentan. Upaya ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kesenjangan di Kabupaten Gresik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan