Media Kampung – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan sambutan pada acara Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, di mana ia menyoroti adanya ketimpangan mencolok antara sektor pertanian dan perikanan di Indonesia.
Zulkifli mengungkapkan bahwa tiga kebijakan pokok yang diterapkan, yaitu intervensi harga, pengadaan pupuk, dan perbaikan irigasi, telah membuahkan hasil yang memuaskan. Hal ini tercermin dari lonjakan Nilai Tukar Petani (NTP) yang meningkat dari 116 pada tahun 2024 menjadi 131 saat ini. “Artinya, jika modalnya 100, petani bisa mendapatkan hampir 31 persen. Ini artinya petani Indonesia, khususnya petani padi dan jagung, sudah masuk kategori makmur,” jelasnya.
Namun, kondisi yang kontras dialami oleh sektor perikanan. Zulkifli mengakui bahwa pemerintah belum berhasil menyejahterakan kelompok nelayan, di mana Nilai Tukar Nelayan (NTN) masih berada di level memprihatinkan, yakni sebesar 103. “Artinya, nelayan kita lemah. Jika nelayan kita lemah, maka laut yang luas dikuasai oleh nelayan yang kuat dari luar negeri,” tambahnya.
Untuk itu, Zulkifli menegaskan bahwa pemerintah menargetkan penyelesaian masalah kesejahteraan nelayan ini pada rentang tahun 2026 hingga 2027. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan mendorong kenaikan skor NTN dari 103 menjadi minimal 120 demi memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri. “Dengan demikian, dampaknya nanti produktivitas kita akan naik, perdagangan luar negeri juga akan semakin baik,” tuturnya.














