Media Kampung – Harga minyak mentah mengalami penguatan pada perdagangan Rabu, 12 Januari 2024. Kenaikan ini dipicu oleh eskalasi serangan di Timur Tengah yang mengancam pemulihan pasokan energi dari kawasan Teluk Persia.
Mengutip Bloomberg, harga minyak jenis Brent naik 0,8 persen ke level USD 106,54 per barel. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan 0,8 persen menjadi USD 94,92 per barel. Sentimen utama pasar tertekan akibat serangan rudal dan drone yang diluncurkan oleh Houthi, menyasar kantor pusat raksasa minyak Saudi Aramco di wilayah timur Arab Saudi.
Maraknya gangguan keamanan di Selat Hormuz juga memaksa sejumlah kapal tanker raksasa mengalihkan rute dari Teluk Persia. Analis dari Morgan Stanley, Martijn Rats, menilai meskipun ekspor minyak masih berjalan, tingkat ketidakpastian pasokan tetap tinggi.
Sepanjang tahun ini, harga minyak Brent tercatat sudah melonjak lebih dari 70 persen akibat dinamika geopolitik global. Di sisi lain, Arab Saudi melaporkan kepada OPEC bahwa produksi minyaknya mulai pulih dan melonjak sepertiga pada bulan lalu. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump juga membela langkah pelepasan pasokan ekspor energi untuk meredam lonjakan harga di pasar global.













