Media Kampung, Jakarta – Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, memperkenalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada peraih Nobel Ekonomi 2024, James A. Robinson, dalam acara Indonesia International Sustainability Forum 2026 di Jakarta pada tanggal 6 Oktober 2026.
Hashim menjelaskan bahwa MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, terutama melalui pemenuhan gizi anak-anak. Dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton, Hashim yang juga menjabat sebagai Board of Advisors Prasasti, membandingkan kualitas pendidikan Indonesia dengan Korea Selatan. Ia mencatat bahwa Korea Selatan secara konsisten berada di peringkat teratas dalam pemeringkatan Programme for International Student Assessment (PISA), sementara Indonesia pernah menempati peringkat ke-62 dari 70 negara.
Menurut Hashim, salah satu persoalan yang mendasari kesenjangan tersebut adalah pemenuhan gizi anak. Program makan gratis menjadi salah satu kebijakan yang dijanjikan Prabowo Subianto selama masa kampanye. “Salah satu persoalannya, sekaligus yang menjadi landasan program kami, adalah program makan gratis yang mungkin sudah Anda dengar. Program makan gratis merupakan salah satu program unggulan yang dijanjikan Prabowo selama kampanye,” kata Hashim.
Hashim juga mengungkapkan bahwa gagasan MBG sudah ada sejak 2006, ketika Prabowo menyampaikan kekhawatirannya mengenai kualitas pendidikan dan kondisi gizi anak-anak Indonesia, terutama angka stunting yang mencapai 30 persen. Ia menilai bahwa kekurangan gizi dapat menghambat Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi gangguan perkembangan yang dapat memengaruhi produktivitas mereka saat memasuki usia kerja.
Hasil kajian pemerintah menunjukkan bahwa sekitar 41 persen anak sekolah di Indonesia berangkat ke sekolah tanpa sarapan, yang dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran. “Sebanyak 41 persen anak sekolah di Indonesia berangkat ke sekolah setiap hari tanpa sarapan. Tanpa sarapan. Jadi, bisa Anda bayangkan ketika anak-anak harus mengikuti pelajaran selama tiga, empat, atau lima jam dengan perut kosong,” jelasnya.
Di hadapan Robinson, Hashim juga menanggapi kritik terhadap program MBG yang ramai di media sosial. Ia menegaskan bahwa program makan gratis bukanlah kebijakan baru, melainkan telah diterapkan di berbagai negara, termasuk Inggris. “Jadi, program makan gratis bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan, Indonesia sebenarnya agak terlambat. Ada ratusan negara lain yang sudah lebih dahulu memulai dan terus menjalankan program makan gratis,” pungkasnya.














