Media Kampung – Promo tanggal kembar di e-commerce menjadi salah satu momen yang ditunggu konsumen untuk mendapatkan barang dengan harga lebih murah. Potongan harga, voucher belanja, hingga flash sale membuat konsumen bisa menghemat pengeluaran. Namun, dibalik kesempatan tersebut, promo juga dapat memicu perilaku belanja impulsif, termasuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Salah satu konsumen yang rutin berburu promo tanggal kembar, Ridwan Luhur (24), mengaku potongan harga dan voucher yang ditawarkan e-commerce cukup mempengaruhi keputusan belanjanya. Menurut dia, promo tanggal kembar maupun gajian sale menjadi momen yang kerap dimanfaatkan untuk berbelanja. Baginya, daya tarik utama promo saat ini bukan lagi sekadar gratis ongkos kirim, melainkan besaran voucher diskon yang ditawarkan.
Meski diskon tersedia setiap hari, nominal potongan harga menjelang dan saat tanggal kembar dinilainya lebih besar. “Sekarang eranya sudah bukan untuk cari gratis ongkir. Hari-hari biasa pihak aplikasi juga sudah memberikan gratis ongkir. Sekarang lebih fokus ke besaran voucher diskonnya,” kata Ridwan kepada kumparan, Sabtu (10/10).
Dia biasanya mulai menyiapkan daftar barang yang ingin dibeli setelah e-commerce memberikan bocoran promo menjelang tanggal kembar. Terutama untuk barang dengan harga relatif mahal, Ridwan menilai momen tersebut bisa memberikan potongan harga yang lebih besar dibandingkan hari biasa. Namun, promo tanggal kembar dengan voucher diskon hingga 99 persen dan flash sale yang menawarkan barang seharga Rp 1.000 bahkan Rp 1 membuatnya terkadang membeli barang di luar kebutuhan. Ia merasa sayang jika kesempatan tersebut dilewatkan, meskipun barang yang ditawarkan belum tentu dibutuhkan.
“Karena pembayaran akhirnya menjadi Rp 1 atau seribu rupiah, rasanya kayak sayang kalau ngga dibayar. Itu lebih kecil dari bayar parkir, akhirnya jadi cenderung membeli barang yang sebenarnya lagi ngga dibutuhkan,” ujarnya.
Sebaliknya, ketika menemukan barang yang memang dibutuhkan tetapi potongan harganya tidak terlalu besar, dia justru mempertimbangkan kembali pembelian tersebut. Barang yang belum mendesak bahkan bisa ditunda dengan harapan mendapatkan diskon lebih besar pada bulan berikutnya.
Pengalaman serupa dirasakan Via (25), seorang bidan yang juga rutin berbelanja online. Menurut dia, promo tanggal kembar cukup membantu menghemat pengeluaran, terutama bagi anak kos yang perlu mengatur anggaran bulanan. Via biasanya memanfaatkan promo untuk membeli kebutuhan seperti produk perawatan kulit atau skincare. Dia juga kerap menemukan penawaran paket bundling yang membuat harga sejumlah produk menjadi lebih murah.
“Karena mikirnya, mumpung diskon nih, kapan lagi,” ujar Via. Menurut Via, kesempatan mendapatkan potongan harga tersebut juga sering membuatnya membeli atau menyetok barang yang diperkirakan akan digunakan pada kemudian hari.














