Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/10/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menggarisbawahi kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian selama setahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa perang yang sedang berlangsung telah mendorong kenaikan harga energi di seluruh dunia, dan suku bunga global tetap tinggi serta berpotensi untuk kembali meningkat.
“Sudah setahun terakhir, kita memasuki tahun 2026 dalam keadaan dunia yang tidak menentu, yang tidak mudah. Harga energi di seluruh dunia meningkat karena perang,” ungkap Prabowo dalam pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027.
Prabowo juga menunjukkan bahwa tekanan terhadap nilai tukar sejumlah negara dan ketegangan geopolitik turut mengganggu perdagangan global. “Suku bunga global tinggi dan bisa naik. Nilai tukar berbagi negara tertekan dan ketegangan geopolitik mengganggu perdagangan dunia,” tambahnya.
Di tengah berbagai tekanan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia masih mampu bertahan. Pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 bahkan tercatat sebagai yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir. “Di tengah tekanan dan ketidakpastian global tersebut, kita bersyukur perekonomian kita tetap berdiri tegak. Ekonomi kita pada semester pertama tahun ini tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi masih tetap terkendali, permintaan domestik tetap kuat,” jelasnya.
Prabowo juga menyoroti kinerja APBN hingga akhir Juli 2026. Pendapatan negara tercatat tumbuh 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Yang lebih penting, APBN kita bekerja optimal. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini peningkatan yang cukup signifikan, belanja negara tumbuh kuat 18,2 persen,” tuturnya.













