Media Kampung – 12 April 2026 | Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta memprakarsikan program terkoordinasi untuk menjamin kelancaran pasokan pangan serta mutu Makanan Berbasis Gizi (MBG) di wilayah ibukota.

Program tersebut dipresentasikan dalam sebuah video resmi yang menampilkan langkah-langkah konkret yang diambil oleh pemerintah kota dan pelaku usaha.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara sektor publik, swasta, dan petani lokal untuk menciptakan rantai pasok yang tahan banting.

Langkah pertama mencakup pemetaan kebutuhan pangan harian berdasarkan data kependudukan dan tren konsumsi.

Data tersebut akan dijadikan dasar dalam penetapan kuota pasokan bagi distributor utama.

Selanjutnya, Kadin DKI menginisiasi kerja sama dengan pasar tradisional dan modern untuk memprioritaskan produk lokal yang telah teruji kualitas.

Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor serta menurunkan biaya logistik.

Untuk menjaga kualitas MBG, Kadin meluncurkan standar mutu yang meliputi prosedur pengolahan, penyimpanan, dan distribusi.

Standar tersebut selaras dengan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan akan diawasi oleh tim inspeksi khusus.

Tim inspeksi akan melakukan audit periodik pada produsen MBG, termasuk pengecekan bahan baku, proses produksi, dan label nutrisi.

Pelaku usaha yang melanggar standar akan dikenai sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.

Selain inspeksi, Kadin DKI juga mengembangkan platform digital untuk melaporkan pelanggaran dan memantau kepatuhan secara real time.

Platform tersebut dapat diakses oleh konsumen, regulator, dan pelaku industri secara transparan.

Dalam video tersebut, seorang petani sayuran dari Bogor, Siti Nurhaliza, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.

Ia berharap inisiatif ini dapat membuka pasar yang lebih stabil bagi petani kecil.

Pihak Kadin menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi prioritas utama mengingat pertumbuhan penduduk DKI yang terus meningkat.

Studi internal Kadin memperkirakan kebutuhan pangan harian kota mencapai 3,5 juta porsi, yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional tentang ketahanan pangan dan pengembangan MBG sebagai solusi gizi seimbang.

Dengan implementasi langkah-langkah tersebut, diharapkan Jakarta dapat menjaga ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan aman bagi seluruh warganya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.